Ditbinmas Polda Sultra Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kendari Bahas Pencegahan Bullying di Sekolah

News295 views

GLOBAL SULTRA COM. Kendari, – Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan sektor pendidikan, Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sultra melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Kendari pada Rabu (16/7/2025) pukul 09.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan tersebut dipimpin oleh AKP Mukhammad Basuni bersama empat personel lainnya, yakni Ipda Muhammad Aris, S.H., M.M., Aiptu Suherman, S.H., M.H., Aipda Aburizal, dan Briptu Zulkifli.

Baca Juga:  Pj Gubernur Sultra Lantik Yusmin Sebagai Pj Bupati Kolaka Utara

Dalam pertemuan tersebut, pihak Ditbinmas menyampaikan rencana kegiatan sosialisasi dan pencegahan dini terhadap kasus bullying di lingkungan sekolah. Koordinasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan, guna menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan.

AKP Mukhammad Basuni menjelaskan bahwa keterlibatan aktif Dinas Pendidikan dan seluruh sekolah di Kota Kendari sangat diperlukan agar upaya pencegahan bullying bisa dilakukan sejak dini secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Polres Muna Berhasil Bongkar Praktik Penimbunan BBM Pertalite di Muna, 8 Orang Diamankan

“Kami berharap sinergi ini bisa menjadi fondasi kuat untuk mencegah perilaku bullying sejak dari bangku sekolah. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana positif dan penuh antusiasme. Pihak Dinas Pendidikan Kota Kendari menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan sosialisasi yang akan dijalankan oleh Ditbinmas Polda Sultra di sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Hadiri Kampanye Akbar Paslon Sudiro- Rauf, Sekjen PKS Ajak Simpatisan dan Pendukung Pilih No.2

Dengan koordinasi ini, diharapkan lahir program kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan kepedulian siswa, guru, serta orang tua terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. (Redaksi)

.

Komentar