Ditbinmas Polda Sultra Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kendari Bahas Pencegahan Bullying di Sekolah

News277 views

GLOBAL SULTRA COM. Kendari, – Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan sektor pendidikan, Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sultra melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Kendari pada Rabu (16/7/2025) pukul 09.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan tersebut dipimpin oleh AKP Mukhammad Basuni bersama empat personel lainnya, yakni Ipda Muhammad Aris, S.H., M.M., Aiptu Suherman, S.H., M.H., Aipda Aburizal, dan Briptu Zulkifli.

Baca Juga:  Wakili Pj. Gubernur, Sekda Bersama Ketua DPRD Salat Iduladha di Masjid Agung Al-Kautsar, Serta Penyerahan Sapi Kurban Presiden

Dalam pertemuan tersebut, pihak Ditbinmas menyampaikan rencana kegiatan sosialisasi dan pencegahan dini terhadap kasus bullying di lingkungan sekolah. Koordinasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan, guna menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan.

AKP Mukhammad Basuni menjelaskan bahwa keterlibatan aktif Dinas Pendidikan dan seluruh sekolah di Kota Kendari sangat diperlukan agar upaya pencegahan bullying bisa dilakukan sejak dini secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ditreskrimum Polda Sultra Gelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penggunaan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan Tindak Pidana

“Kami berharap sinergi ini bisa menjadi fondasi kuat untuk mencegah perilaku bullying sejak dari bangku sekolah. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana positif dan penuh antusiasme. Pihak Dinas Pendidikan Kota Kendari menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan sosialisasi yang akan dijalankan oleh Ditbinmas Polda Sultra di sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Operasi Patuh Anoa 2024, Satlantas Polres Konawe Utara Tindak Pengemudi Dengan Berbagai Pelanggaran

Dengan koordinasi ini, diharapkan lahir program kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan kepedulian siswa, guru, serta orang tua terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. (Redaksi)

.

Komentar