GLOBAL SULTRA.COM.Keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Istri Mantan Kapolri yang ke 5, Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun
“Saya selaku Kapolri beserta Ketua Umum Bhayangkari, mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Meriyati Roeslani Hoegeng (Eyang Meri), istri tercinta dari Alm. Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Polri sangat kehilangan sosok Eyang Meri. Beliau bukan sekadar saksi sejarah, tetapi juga pelita keteladanan bagi kami. Semasa hidupnya, beliau menjadi inspirasi nyata bagi seluruh generasi penerus Polri dan Bhayangkari untuk terus menjaga marwah institusi.
Sekali lagi, kami sampaikan duka cita yang mendalam. Semoga segala jasa dan amal ibadah almarhumah diterima, serta beliau mendapatkan tempat mulia di sisi Allah SWT.
Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan. ungkap Kapolri Jenderal Listio Sigit.
Seperti dikutip dari beberapa pemberitaan media online,
Istri Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun. Sepanjang hidupnya, Meriyati dikenal sebagai Merry Roeslani atau Meri Hoegeng.
Meri Hoegeng tutup usia di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026). Meri Hoegeng sempat dirawat intensif di RS Polri sebelum mengembuskan napas terakhir.
Meri Hoegeng lahir pada 23 Juni 1925 di Yogyakarta, Hindia Belanda, dari pasangan dr Mas Soemakno Martokoesoemo dengan Jeanne Reyneke van Stuwe. Almarhumah Meri diketahui merupakan keponakan dari Besar Martokoesomo, advokat pribumi pertama di Indonesia.( Redaksi )


.






Komentar