Sebelum Tertibkan Masyarakat, Personel Polri Juga Diperiksa Dalam Operasi Patuh Anoa 2026

News29 views

Global Sultra Com. KENDARI – Pelaksanaan Operasi Patuh Anoa 2026 tidak hanya menyasar pelanggaran lalu lintas yang dilakukan masyarakat, tetapi juga menyentuh kedisiplinan internal personel Kepolisian.

Sebagai bentuk komitmen untuk membangun keteladanan dari dalam, Subbid Provost Bidpropam Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) terhadap personel Polri sebagai bagian dari rangkaian Operasi Patuh Anoa 2026.

Dalam kegiatan tersebut, kendaraan yang digunakan personel Kepolisian dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kendaraan, termasuk surat-surat kendaraan serta kelengkapan lain yang dipersyaratkan.

Langkah ini menjadi penegasan bahwa penegakan disiplin berlalu lintas tidak hanya berlaku bagi masyarakat, tetapi juga bagi anggota Polri dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP).

Baca Juga:  Propam Polri Pastikan Anggota Netral di Pilkada 2024, Bakal Tindak Tegas

Penertiban terhadap anggota Polri dan PNPP ini tidak hanya dilaksanakan selama Operasi Patuh Anoa 2026, tetapi juga akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga kedisiplinan, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, serta membangun budaya tertib di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara. Melalui pemeriksaan berkala, setiap personel diharapkan senantiasa menjaga kelengkapan administrasi kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, dan menunjukkan perilaku yang mencerminkan profesionalisme aparatur negara.

Sebelum mengajak masyarakat untuk tertib, aparat Kepolisian terlebih dahulu harus mampu memberikan contoh.

Kedisiplinan personel menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Polri dituntut tidak hanya menyampaikan imbauan atau melakukan penegakan hukum, tetapi juga menunjukkan keteladanan melalui perilaku sehari-hari, termasuk dalam berlalu lintas.

Baca Juga:  Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Apel Presisi

Pelaksanaan Gaktibplin juga menjadi bagian dari semangat Polisi Bersama Masyarakat, bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak mengenal perbedaan antara masyarakat maupun aparat.

Dengan adanya pemeriksaan terhadap personel internal secara rutin, diharapkan setiap anggota Polri dan PNPP semakin memahami bahwa keberhasilan Operasi Patuh tidak semata-mata diukur dari banyaknya pelanggaran masyarakat yang ditindak, tetapi juga dari konsistensi aparat dalam menerapkan disiplin terhadap dirinya sendiri.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Hadir, Berbuat dan Bermanfaat, dengan memastikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat dibangun di atas profesionalisme, integritas, kedisiplinan, dan keteladanan.

Operasi Patuh Anoa 2026 dilaksanakan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukasi, pencegahan, pelayanan, penegakan hukum, serta pengawasan internal. Upaya tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku berlalu lintas, baik di tengah masyarakat maupun di lingkungan Kepolisian.

Baca Juga:  Divisi Humas Polri Gelar Sarasehan Kadivhumas dan Syukuran Hari Jadi ke-73 Humas Polri, Soliditas Terus Diperkuat

Dengan demikian, pesan yang ingin dibangun bukan sekadar “masyarakat harus patuh”, tetapi “kita semua harus patuh.”

“Sebelum menertibkan masyarakat, kita harus memastikan bahwa personel Polri sendiri telah tertib. Keteladanan adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, penegakan disiplin terhadap anggota Polri dan PNPP akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan.”

Melalui langkah tersebut, Polda Sulawesi Tenggara berharap Operasi Patuh Anoa 2026 tidak hanya menghasilkan kepatuhan di ruang publik, tetapi juga semakin memperkuat budaya disiplin, integritas, dan profesionalisme di lingkungan Kepolisian.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar