Kapolri Tekankan Peran Penting Pemuda Muhammadiyah Dalam Wujudkan Indonesia Emas

News454 views

GLOBAL SULTRA.COM.Jakarta,- Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menghadiri Seminar Kebangsaan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), Sabtu (23/11/2024).

Dalam materi yang disampaikan Jenderal Sigit disinggung mengenai peran Pemuda Muhammadiyah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kapolri menyebut, Pemuda Muhammadiyah memiliki peran mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, dan diberkahi Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga:  Plh Sekda Sultra Bersama Pj Ketua PKK Prov Sultra Lakukan Penanaman Cabai Serentak se-Indonesia Secara Hybrid Dalam Rangka HKG PKK ke -52

“Peran Pemuda Muhammadiyah untuk mewujudkan Indonesia ‘Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur’, negara yang adil, makmur, dan sejahtera, serta diberkahi oleh Allah SWT,” jelas Jenderal Sigit di lokasi acara.

Jenderal Sigit menerangkan, pemuda perlu ikut berkontribusi dalam mewujudkan Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Kontribusi itu, ujar Kapolri, akan berdampak positif pada upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Momen Hut TNI ke-79, Kapolres Konut AKBP Priyo Utomo Beserta Jajarannya Beri Kejutan Kodim 1430 Konawe Utara

“Pemuda berkontribusi dalam mendukung misi Asta Cita guna mencapai Visi Bersama Menuju Indonesia Emas 2045, diantaranya mewujudkan Indonesia yang mandiri, penanggulangan judi online dan narkoba, serta memperkuat demokrasi dan menjadi agen cooling system,” ujar Kapolri.

Ditekankan juga oleh Kapolri mengenai semangat persatuan dan kesatuan. Jenderal Sigit menegaskan, persatuan dan kesatuan menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga:  Gebyar Expo Inovasi Desa Konawe 2025,Tidak Hanya Pameran, Ini Strategi Yusran Akbar Hidupkan Ekonomi Desa dari Lapangan

“Semangat persatuan dan kesatuan harus dipertahankan karena merupakan modal utama perjuangan bangsa menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Kapolri.(Red)

.

Komentar