Ditpolairud Polda Sultra Amankan Seorang Nelayan Penguna Bahan Peledak di Perairan Pulau Bokori

News502 views

GLOBAL SULTRA .COM.Kendari, – Tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku pengeboman ikan di wilayah perairan Bokori, Desa Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra, Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 08.15 WITA.

Dalam operasi patroli rutin yang dilaksanakan, tim Subdit Gakkum mengamankan SF (45), warga Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, beserta sejumlah barang bukti bahan peledak siap pakai.

Baca Juga:  Adhyaksa Peringati Hari Bhaktinya ke - 64 Tahun Yang Dilaksanakan Setiap Tanggal 22 Juli

Dari hasil penangkapan, tim menemukan 14 botol bom ikan siap ledak, sekitar 1 kilogram pupuk merek Cantik, 13 botol kosong, potongan obat nyamuk, satu unit kompresor, dua korek api gas, tiga bungkus serbuk korek, tiga buah kaki katak, satu buah kacamata selam, dua gulung benang, tiga buah gabus, dan satu unit kapal berwarna merah yang digunakan untuk melakukan aktivitas ilegal tersebut.

Baca Juga:  BPS: Inflasi Sultra Stabil dan Terjaga, Pj. Gubernur: Inflasi Jelang Ramadan 1446 H Harus Terjaga

Dir Polairud Kombes Pol Saminata, S.IK., M.M melalui Kasubdit Gakkum AKBP Tendri Wardi.,S.I.K.,M.H menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, SF mengakui merakit sendiri bahan peledak tersebut yang rencananya akan digunakan untuk melakukan pengeboman ikan di perairan Pasi Jambe dan perairan Bokori.

“Pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Sultra guna pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan ini sebagai bagian dari komitmen kami dalam menjaga kelestarian ekosistem laut dan menindak tegas pelaku destructive fishing,” tegasnya.

Baca Juga:  Keluarga Korban Tragedi Desa Toreo Berikan Apresiasi Kinerja Jajaran Polres Konut, Pelaku Akhirnya di Amankan

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Saat ini, Tim subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra tengah melengkapi administrasi penyidikan dan merencanakan gelar perkara untuk proses lebih lanjut.(Redaksi)

.

Komentar