Pertama kali Dalam Sejarah, Tamalaki dan Muna Saling Tukar Cendramata di Festival Liangkobori 2025

News575 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI, – Pertama kali sepanjang sejarah sejak Indonesia Merdeka, Tamalaki yang diwakili oleh Forum Masyarakat Adat Konawe dan Mekongga (FORMAKOM) bertandang ke Kabupaten Muna untuk mempererat lagi tali persaudaraan antara dua suku besar di Sulawesi Tenggara yakni Tolaki dan Muna.

Pertemuan antara keduanya di Festival Liangkobori 2025 di Kabupaten Muna ditandai dengan saling tukar cendramata antara FORMAKOM dan Pemerintah Kabupaten Muna yang di wakili oleh Bupati Muna Drs. H. Bachrun, M.Si dan Wakil Bupati
La Ode Asrafil, S.H., M.H serta didampingi Presiden Pemersatu Masyarakat Muna Indonesia (PMMI) YM La Ode Riago.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Tandatangani 22 Kesepakatan Bersama Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Sultra

” Ini pertama kali dalam sepanjang sejarah setelah kemerdekaan Indonesia, atas nama kelembagaan Tamalaki datang ke Muna untuk mempererat tali lagi persaudaraan dua suku besar di Sulawesi Tenggara yakni Tolaki dan Muna ” Ujar YM La Ode Riago saat dikonfirmasi media Sabtu 12 Juli 2025

FORMAKOM yang diwakili tokoh adat dewan sara sekaligus Ketua Distrik bagian utara Bapak Ismail memberikan Cendra mata berupa parang adat suku Tolaki Taawu kepada Bupati Muna dan Songgo Sorume kepada Wakil Bupati Muna.

Baca Juga:  Dipimpin Kapolres, Polres Konut Gelar Apel Siaga Patroli Skala Besar Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

Dari Pemerintah Kabupaten Muna memberikan cendramata berupa Kampurui Wuna kepada tokoh adat dewan sara sekaligus Ketua Distrik bagian utara Ketua Distrik Bapak Ismail dan Sarung Botu Wuna kepada Rire Panglima Mekongga.

” Alhamdulillah, dengan ada pemberian Cendra mata antara kedua belah pihak sebagai simbol mempererat lagi tali persaudaraan antara suku Tolaki dan Muna di Sulawesi Tenggara” tambah YM La Ode Riago yang juga Ketua DPD Majelis Adat Kerajaan Nusantara Kabupaten Muna ini.

Baca Juga:  Polres Konawe Utara Gelar Coffee Morning Bersama Forkopimda dan Ketua Paguyuban, Ciptakan Pilkada Damai di Bumi Oheo

Festival Liangkanori 2025 digelar pada 11-18 Juni 2025 dengan Mengusung tema “Lestarikan Budaya Leluhur, Daseise Lalo Damowanu Liwu”, festival ini dilaksanakan di kawasan bersejarah Penataran Goa Liangkabori, salah satu situs prasejarah terpenting di Sulawesi Tenggara.(Redaksi)

.

Komentar