Kendari Resmi Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting 2026, Pemprov Sultra Dukungan Penuh

News77 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI, – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, menghadiri Rapat Persiapan The 2026 UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (9/12/2025). Rapat ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan Kota Kendari sebagai tuan rumah forum internasional yang akan dihadiri berbagai delegasi dari negara-negara Asia Pasifik, bahkan Afrika dan Eropa.

Kegiatan tersebut digelar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, serta Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi. Hadir pula Wali Kota Kendari, Wakil Wali Kota Kendari, Sekda Kota Kendari, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam forum ini, diumumkan secara resmi bahwa Kota Kendari ditunjuk sebagai tuan rumah Executive Bureau Meeting United Cities and Local Governments (UCLG) Asia Pacific Tahun 2026. Penunjukan ini diapresiasi sebagai capaian besar karena UCLG ASPAC merupakan organisasi pemerintahan daerah terbesar di dunia.

Rapat diawali dengan pemaparan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang menyampaikan kondisi kota, visi pembangunan, potensi pariwisata, destinasi unggulan, hingga rencana penguatan infrastruktur. Penyampaian ini menjadi bentuk komitmen Kendari untuk tampil siap sebagai tuan rumah forum internasional. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Penyelenggara.

Baca Juga:  Tinjau Gerbang Tol Kalikangkung, Kapolri Sebut Ada 3 Hal Prioritas Kesiapan Mudik

“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kendari. Ini kesempatan besar bagi kami dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara,” ujar Wali Kota Siska. Ia menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk membuka peluang investasi dan mengenalkan kekayaan budaya Kendari ke dunia.

Wali Kota Kendari menjelaskan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus yang bekerja intensif melibatkan pemerintah provinsi, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat. Materi promosi kota juga akan disiapkan secara ringkas dan kuat, termasuk video profil kota berdurasi singkat yang akan ditampilkan kepada delegasi internasional.

“Kami akan bekerja keras menyiapkan seluruh aspek teknis dan melaporkan perkembangan secara berkala kepada Sekjen UCLG ASPAC,” tegas Siska.

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling, menyampaikan dukungan penuh pemerintah provinsi dan menyebut penunjukan Kendari sebagai hal yang “luar biasa”.

“Ini amazing. Tidak mudah menjadi tuan rumah. Ratusan kota di dunia berkompetisi. Ini dunia, bukan tingkat lokal, bukan kaleng-kaleng. Komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota membuat ini terwujud,” ujarnya.

Hugua menekankan bahwa forum internasional ini harus dimanfaatkan untuk:
1. mengangkat nilai budaya lokal,
2. membuka peluang investasi,
3. memperkuat posisi Kendari sebagai pusat pariwisata dan perdagangan, serta
4. mempromosikan produk unggulan daerah.

Baca Juga:  Sekda Sultra Buka Sosialisasi LKBH KORPRI Lingkup Pemprov Dan Kabupaten Kota se - Sultra

Ia juga meminta agar Pemkot Kendari menyiapkan materi presentasi dan video yang sangat singkat namun kuat, sehingga mampu meyakinkan delegasi internasional.

Lebih jauh, Hugua menggambarkan mimpi besar bahwa forum ini dapat membuka peluang ekspor langsung produk perikanan dan perkebunan Sulawesi Tenggara ke Tiongkok dan negara lain.

“Simulasi ini sangat realistis. Jika tercapai, dampaknya tidak hanya bagi Kota Kendari, tetapi pertumbuhan ekonomi seluruh kawasan Sultra,” tambahnya.

Hugua juga menekankan bahwa event ini harus menampilkan kearifan lokal, ritual budaya, UMKM, kuliner lokal, hingga kerajinan daerah yang menjadi identitas Kendari.

“Kota Kendari adalah parameter Provinsi Sulawesi Tenggara. Ini waktu bagi kita menunjukkan value of local wisdom kepada dunia,” ujarnya.

Sekjen UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, memberikan paparan mengenai skala besar organisasi tersebut.

“Kalau di PBB ada 198 negara, UCLG melibatkan 250 ribu pemerintah daerah di 144 negara. Kendari, untuk pertama kalinya, masuk dalam global mapping. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Asia Pasifik adalah regional terbesar dalam UCLG karena mencakup negara-negara berpenduduk besar seperti Tiongkok, India, dan Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah, Kendari memiliki peluang besar menjalin kemitraan internasional dan membuka ruang investasi baru.

Bernadia mengingatkan pentingnya menyiapkan rencana investasi (investment plan) yang jelas agar investor memahami sektor prioritas Kendari, seperti pertanian, industri, dan pariwisata.

Baca Juga:  Ciptakan Pilkada Damai Tahun 2024, Polres Konawe Amankan Debat Terbuka Pertama Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Konawe

Tema Utama Forum 2026: Cultural Tourism for Resilient Future and Inclusive Economic Growth

Forum UCLG ASPAC 2026 akan mengangkat tema besar: “Cultural Tourism for Resilient Future and Inclusive Economic Growth”

(Pariwisata budaya untuk masa depan berketahanan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif)

Tema ini menekankan pariwisata berbasis budaya yang tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk UMKM dan kelompok rentan.

Selain itu, forum juga akan mengangkat ASEAN Community Vision 2045, di mana Kendari akan menjadi tuan rumah dialog antara pemerintah daerah dan stakeholder dari 11 negara ASEAN.

UCLG ASPAC memperkirakan bahwa forum nanti akan dihadiri lebih dari 20 negara, dan berpotensi melibatkan delegasi dari Afrika dan Eropa.

Bernadia menegaskan bahwa kunci keberhasilan kegiatan ini adalah kolaborasi.

“Saya optimistis Kendari bisa sukses. Komitmen pemerintah kota sangat tinggi. Sinergi antara Pemkot dan Pemprov sangat luar biasa,” katanya.

Rapat ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wali Kota Kendari dan Sekjen UCLG ASPAC sebagai penetapan resmi Kendari sebagai tuan rumah forum internasional tersebut, yang rencananya digelar pada pertengahan tahun 2026.

(Redaksi)

.

Komentar