Global Sultra com.Kendari, – Universitas Sulawesi Tenggara ( Unsultra ) sedang berada dalam status Darurat Kepemimpinan, perang ego antara Dewan Pembina dan Ketua Yayasan yang berujung pada pelantikan dua Rektor berbeda dalam sekejap adalah bentuk penghianatan terhadap marwah pendidikan.
Gerakan Alumni ( GERAM ) Unsultra secara resmi menyatakan perang terhadap segala bentuk arogansi yang menjadikan mahasiswa sebagai sandera kepentingan pribadi.
Ketua Umum GERAM Unsultra, SALIANTO, SM., MM., dengan tegas mengatakan kepada wartawan media ini bahwa kekacauan ini bukan sekedar masalah administrasi, melainkan degradasi moral para pemangku kebijakan yang telah melacurkan nama baik almamater demi kursi kekuasaan.
“Cukup! Kami tidak akan membiarkan almamater kami menjadi bahan tertawaan publik. Pelantikan ganda ini adalah sampah birokrasi yang harus dibersihkan. Jika kalian tidak mampu duduk satu meja secara jantan untuk musyawarah, maka kalian tidak layak memimpin universitas ini!” Kecam Salianto dengan nada keras.
Tuntutan Hukum dan pernyataan Sikap GERAM Unsultra diantaranya:
1. Audit Legalitas Pelantikan, kami menuntut transparansi hukum atas dasar hukum pelantikan pada 27 dan 31 Desember 2025 lalu, Salah satu pasti Ilegal, dan kami tidak segan menyeret oknum yang memalsukan wewenang ke jalur pidana.
2. Penyelamatan Status Mahasiswa: Akibat dualisme ini, legalitas tanda tangan ijazah dan administrasi akademik berada di ujung tanduk. Kami menuntut kepastian Hukum selama 1X24 Jam!
3. Ultimatum Gerakan Massa: Jika ego tetap dikedepankan, kami pastikan gerbang kampus akan terkunci oleh gelombang aksi massa. Kami akan membawa kekacauan ini ke Kemdiktisaintek RI untuk menuntut pembekuan yayasan yang tidak becus mengelola institusi.
“Jangan uji kesabaran Alumni. Jika kalian lebih mencintai jabatan daripada institusi ini, maka bersiaplah menghadapi pengadilan jalanan dan pengadilan hukum yang akan kami gulirkan,” tutup Salianto.
Kami sudah menghubungi Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun melalui Whatsappnya sampai berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban
(Redaksi Globalsultra)


.






Komentar