Sekda Sultra, Kendari Culture 2026 Jadi Wadah Diplomasi Budaya dan Daya Tarik Generasi Muda

News4 views

Global Sultra com.Kendari,— Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya daerah melalui kegiatan Kendari Culture Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Kendari Culture 2026 yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di Kendari.

Dalam sambutannya, Sekda Sultra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif dan berkolaborasi sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik.

Baca Juga:  Rakorbin PNS Polri Polda Sultra Fokus pada Pengembangan SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045

Menurutnya, sinergi antara akademisi, lembaga internasional, dan pelaku industri mode menjadi kunci untuk membawa potensi lokal Sulawesi Tenggara ke panggung global.

“Sulawesi Tenggara dianugerahi kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya wastra tenun. Setiap motif tenun dari berbagai daerah bukan sekadar kain, tetapi merupakan naskah sejarah yang memuat nilai-nilai filosofis yang mendalam,” ujar Asrun Lio.

Lebih lanjut, ia menekankan tiga poin penting dalam pelaksanaan Kendari Culture Tahun 2026.

Baca Juga:  Kapolda Sultra Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke -78: Tekankan Persiapan Pilkada dan Netralitas Polri

Pertama, kegiatan ini berperan sebagai jembatan kerja sama internasional, khususnya antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pendidikan dan kebudayaan melalui keterlibatan AMINEF.

Kedua, Kendari Culture menjadi sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan produk budaya Sulawesi Tenggara yang mampu bertransformasi menjadi karya busana modern dan elegan.

Ketiga, kegiatan ini memiliki relevansi yang kuat bagi Generasi Z, dengan tujuan mendekatkan wastra tenun kepada generasi muda, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

“Kita ingin generasi muda bangga mengenakan tenun daerah bukan karena kewajiban, tetapi karena merasa fashionable dan percaya diri,” tambahnya.

Baca Juga:  Anak Korban KMP Tunu Pratama Jaya Dapat Beasiswa hingga SMA

Kendari Culture 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Kendari, AMINEF, dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Direktur Kerja Sama Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari, perwakilan AMINEF dan APPMI Sultra, serta panitia, peserta, mahasiswa, dan undangan terkait.

( Redaksi)

.

Komentar