Global Sultra com.Kendari,-Menanggapi tudingan jual beli nomor antrian, Ira Sasmita selaku pimpinan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Martandu membantah, kami tidak pernah memperjual belikan nomor antrian.
“Kami menggunakan nomor antrian tujuannya semata mata hanya untuk menertibkan parkiran agar teratur dan tidak saling menyerobot masuk, karena kalau tidak menggunakan nomor antrian saling berlomba masuk”,ujarnya.

Lebih lanjut Ira mengatakan kalau ada kejadian penjualan nomor antrian itu diluar sepengetahuan kami.
Kalau ada bukti penjualan nomor antrian Rp100 ribu, sampai Rp 250 ribu seperti yang diberitakan di salah satu media silahkan laporkan kepada pihak yang berwajib karena itu diluar sepengetahuan kami.
Ira Sasmita dengan tegas mengatakan kalau ada karyawan saya melakukan penjualan nomor antrian akan dipecat.
“Saya selalu sampaikan kepada seluruh karyawan terutama kepada operator nosel solar lakukan penjualan sesuai aturan” tegas Ira.

Dari pihak majemen SPBU tidak pernah memungut atau meminta pembayaran harga BBM di luar yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan Pertamina.
Jika ada driver memberikan uang makan, minum/rokok kepada pengelolah parkiran yang telah mengatur parkiran antrian kendaraan itu hak dari driver/sopir, pihak manajemen SPBU tidak terlibat.
Adapun pemberian keikhlasan kepada orang yang mengatur antrian kendaraan diarea parkiran yang digunakan kepentingan bersama buat makan dan rokok menimbun area antrian dan merawat area antrian itu atas kesepakatan mereka diluar sepengetahuan manajemen SPBU.
Wartawan media ini berusaha menemui pengelola parkiran SPBU Martandu yang menangani mobil Fuso/tronton Hardi mengatakan tidak betul kalau kami memperjual belikan nomor antrian seperti yang diberitakan di salah satu media online
“Boleh kita tanya sopir sopir ini pak kalau saya memperjual belikan nomor antrian, adapun kalau ada yang memberikan itu keikhlasan mereka tanpa paksaan”,kata Hardi.
Selain itu wartawan media ini juga berusaha mewawancarai pengelola parkiran yang menangani kendaraan mobil truk tiga perempat atau roda enam H. Dundung Senada dengan yang di sampaikan Hardi bahwa mereka tidak memperjual belikan nomor antrian.
“Kami tidak memperjual belikan nomor antrian pak, kalau sumbangan Rp10 ribu atau lebih itu kesepakatan kami dari dulu karena uang itu kita gunakan bersama di tempat ini,” kata H Dundung.
(Repoter Bahrun)


.



Komentar