Menteri Kebudayaan Dorong Tiga Makam Sultan Buton Jadi Cagar Budaya Nasional

News95 views

Global Sultra com. Bau-bau, – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penetapan status Cagar Budaya Nasional untuk tiga makam Sultan Buton yang berada di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Ketiga situs bersejarah tersebut adalah makam Sultan Murhum (Sultan Buton ke-1), Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo (Sultan Buton ke-20), dan La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga (Sultan Buton ke-22).

​Hal tersebut disampaikan Fadli Zon di sela-sela kunjungannya ke kawasan Keraton Buton, Minggu (12/7/2026). Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Kebudayaan didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Walikota Baubau Yusran Fahim, serta Wakil Walikota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu.

Baca Juga:  Polda Sultra Bersama Resimen II Pelopor Pasukan Brimob II Launching Program Ketahanan Pangan

​Fadli Zon menjelaskan, saat ini Benteng Kesultanan Buton telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional. Oleh karena itu, kementeriannya berharap situs-situs penting lain di kawasan tersebut, khususnya ketiga makam sultan, segera menyusul untuk mendapatkan status serupa guna memperkuat upaya pemajuan kebudayaan nasional.

​Ia menegaskan, upaya pemajuan kebudayaan ini memerlukan sinergi kuat antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Baubau, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, langkah ini tidak boleh berhenti pada aspek perlindungan, konservasi, dan perawatan saja, melainkan harus mencakup pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan warisan budaya secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Dukung Asta Cita Presiden RI, Polsek Sawa Serahkan 2000 Bibit Ikan Lele dan Pakan Kepada Kelompok Tani

​Dalam agenda tersebut, Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sultra juga menyempatkan diri berziarah ke makam Sultan Murhum. Fadli Zon menyebut kompleks benteng ini bukan hanya saksi bisu perjalanan sejarah Kesultanan Buton, melainkan juga aset budaya luar biasa yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.

Melalui penataan yang baik, ia optimistis kawasan ini akan menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk belajar sejarah sekaligus menikmati keindahan alam dan potensi wisata kuliner Buton.

​Kawasan Benteng Kesultanan Buton—atau yang dikenal sebagai Benteng Wolio—merupakan salah satu warisan sejarah paling krusial di Indonesia. Berdasarkan catatan sejarah, benteng sepanjang 2,75 kilometer ini mulai dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton ke-3, La Sangaji, dan rampung pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-4.

Baca Juga:  Apel Konsolidasi Pengamanan Kampanye Cagub dan Cawagub Sultra Berjalan Lancar di Kolaka

​Keunikan utama benteng dengan 12 pintu gerbang dan 16 bastion ini terletak pada pembangunannya yang murni dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Buton menggunakan batu karang dan kapur setempat, bukan oleh kolonial Belanda atau Portugis.

Karakteristik arsitektur dan nilai historisnya yang belum ada tandingannya di Nusantara menjadi fondasi kuat atas statusnya saat ini sebagai Cagar Budaya Nasional.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar