Ukir Sejarah di Guinness World Records, Kekayaan Budaya Kabupaten Muna Pukau Menteri Kebudayaan

News33 views

Global Sultra com. Muna, – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, mendampingi Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., dalam pembukaan Festival Liangkabori IV Tahun 2026 yang digelar di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sabtu (11/7/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan ragam budaya, adat istiadat, seni pertunjukan, tradisi lisan, arsitektur, hingga warisan sejarah dari berbagai etnis yang menjadi identitas masyarakat. Salah satu warisan berharga tersebut berada di kawasan Liangkabori, Kabupaten Muna.

“Warisan budaya ini merupakan aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Pelestariannya membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku budaya, media, komunitas, generasi muda, dan seluruh masyarakat, agar nilai-nilai budaya tetap hidup, berkembang, serta mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Andi Sumangerukka.

Baca Juga:  Wamen PKP Kunjungi Kendari, Pemprov Sultra Perkuat Komitmen Penataan Permukiman

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kepada Pemerintah Kabupaten Muna, pemangku kepentingan terkait, serta seluruh masyarakat Desa Liangkabori yang konsisten menjaga nilai leluhur melalui festival tahunan ini.

Terkait pengembangan situs prasejarah tersebut ke depan, Gubernur berharap adanya intervensi program yang lebih masif dari pemerintah pusat. Dirinya menegaskan, “Kami berharap Kementerian Kebudayaan RI dapat terus memberikan dukungan melalui program pelestarian kawasan cagar budaya Liangkabori, penelitian arkeologi, konservasi, promosi budaya, peningkatan kapasitas SDM, hingga pengembangan festival budaya ini agar masuk ke dalam agenda nasional,” tambahnya.

Baca Juga:  Rustika Herlambang: Kinerja Kabid Humas Polda se-Indonesia Alami Peningkatan

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang membuka secara resmi festival tersebut, mengungkapkan kebanggaannya atas potensi sejarah yang dimiliki Kabupaten Muna. Menurutnya, tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi daerah ini.

“Pada 22 Januari 2026, hasil riset kolaboratif peneliti lintas perguruan tinggi dalam dan luar negeri resmi dipublikasikan. Hasilnya, lukisan di Gua Liang Metanduno secara ilmiah teruji sebagai lukisan tertua di dunia yang berusia 67.800 tahun dan resmi tercatat dalam Guinness World Records 2026 untuk kategori seni non-figuratif. Penemuan ini memiliki kekuatan besar untuk mengubah peta sejarah manusia,” jelas Fadli Zon.

Baca Juga:  Kapolri Apresiasi Anggota Brimob yang Berhasil Bebaskan Pilot Susi Air Korban Penyanderaan KKB

Kemeriahan pembukaan Festival Liangkabori IV ini kian terasa spektakuler dengan suguhan Tari Linda, sebuah tarian tradisional khas Muna yang sarat nilai filosofis. Momentum sakral terjadi saat Lembaga Adat Muna secara resmi menganugerahkan gelar adat kehormatan “Sangia Kilano Lia Metanduno” kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sebagai bentuk penghormatan atas kepeduliannya terhadap warisan leluhur Muna.

Seluruh rangkaian prosesi pembukaan ini kemudian ditutup dengan atraksi memukau penerbangan “Kaghati Kolope”, layang-layang tradisional berbahan daun kering yang telah diakui sebagai layang-layang tertua di dunia yang tampak gagah mengangkasa di langit Kabupaten Muna.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar