Gubernur Sultra Hadiri Paripurna DPRD, Saksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI

News249 views

Global Sultra Com. KENDARI, – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sultra dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, di Gedung Sekretariat DPRD Sultra, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna tersebut merupakan bagian dari agenda kenegaraan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia untuk mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sultra mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kebangsaan dan patriotisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu menjadi pijakan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara sekaligus melanjutkan pembangunan nasional.

Baca Juga:  Dukung Program Asta Cita Presiden RI, Polda Sultra Ungkap Kasus TPPO, 12 Mucikari Ditetapkan Tersangka

Ia mengatakan, tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, menjadi semangat bersama dalam mewujudkan cita-cita kebangsaan dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya, Gubernur bersama pimpinan dan anggota DPRD Sultra serta jajaran pemerintah daerah mengikuti secara virtual Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 serta menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan empat pedoman utama pemerintah, yakni menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan nasional, mengatasi kesulitan rakyat, serta memastikan kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.

Baca Juga:  Safari Ramahdan Gubernur Sultra Buka Puasa Bersama, Hingga Bantuan untuk Warga Masyarakat Buton Selatan

Presiden juga melaporkan sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan pemerintahan. Sebanyak 121 kebijakan transformatif telah dijalankan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Di sektor pangan, Presiden menyampaikan Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas, yakni beras, jagung, gula, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Pemerintah juga menghapus 145 aturan penyaluran pupuk serta menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen.

Di sektor energi, pemerintah mendorong swasembada melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar dan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.

Baca Juga:  Pj. GUBERNUR SULTRA PIMPIN RAKOR TENAGA HONORER DAN KESIAPAN PAM LIBUR LEBARAN 2024

Presiden juga menyampaikan sejumlah program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi, bantuan sosial digital, dan hilirisasi yang terus berjalan serta mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di bidang ekonomi, realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen.

Presiden menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.

Di tengah berbagai tantangan global, Presiden menekankan pentingnya memperkuat kemandirian nasional agar Indonesia mampu menghadapi berbagai ketidakpastian dan terus mendorong kesejahteraan rakyat.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar