Pemprov Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah, Tekan Harga dan Kendalikan Inflasi

News295 views

Global Sultra com. KENDARI ,– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan serta mendukung pengendalian inflasi daerah. Kegiatan berlangsung di Pelataran Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Senin (24/8/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Aris Sismanto, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Aris mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

“Tujuan Gerakan Pangan Murah ini untuk menstabilkan harga, untuk keterjangkauan harga, dan tentunya untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan kita,” ujar Aris.

Ia menjelaskan, melalui GPM pemerintah memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan pangan langsung dari produsen dan distributor. Langkah tersebut sekaligus memangkas mata rantai distribusi sehingga masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Baca Juga:  PJR Ditlantas Polda Sultra Gelar Patroli Pagi, Ajak Pengendara Tertib dan Tidak Melawan Arus

“Dengan Gerakan Pangan Murah ini mata rantai itu kita pangkas sehingga masyarakat kita bisa menikmati harga dari distributor,” jelasnya.

Aris menyebutkan, hingga 24 Agustus 2026, Provinsi Sulawesi Tenggara telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 218 kali. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan sebagai salah satu upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.

Menurutnya, inflasi Sulawesi Tenggara periode Januari hingga Juli 2026 menunjukkan tren penurunan. Namun, berdasarkan rilis terakhir pada Juli 2026, inflasi masih berada pada angka 3,43 persen dan komponen makanan, minuman, serta tembakau masih memberikan andil terhadap inflasi.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Sultra dan Polda Sultra Bahas Kesiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025

“Gerakan Pangan Murah ini akan masih kita laksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara,” katanya.

Aris juga mengatakan pelaksanaan GPM akan terus dimasifkan hingga ke wilayah pelosok dan kepulauan. Kondisi geografis Sulawesi Tenggara yang terdiri atas banyak wilayah kepulauan turut memengaruhi rantai distribusi dan harga pangan.

“Bapak Gubernur terus akan memasifkan Gerakan Pangan Murah ini sehingga masyarakat kita yang ada di pelosok dan juga di kepulauan bisa menikmati harga yang sama dengan yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium 10 kilogram Rp155.000, beras SPHP 5 kilogram Rp56.000, minyak goreng 1 liter Rp20.000, minyak Bimoli 2 liter Rp46.000, minyak Filma 2 liter Rp45.000, gula pasir 1 kilogram Rp17.500, telur ayam Rp48.000, bawang merah 1 kilogram Rp30.000, dan bawang putih Rp40.000.

Baca Juga:  Polres Konawe Utara Gelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Lilin Anoa 2025 Amankan Nataru

Selain stabilisasi harga, Aris mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi pangan lokal melalui gerakan diversifikasi pangan. Menurutnya, Sulawesi Tenggara memiliki beragam potensi pangan lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber pangan masyarakat.

Ia mencontohkan gerakan makan sagu di Kabupaten Kolaka serta Gerakan Muna Makan Jagung di Kabupaten Muna yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengembangkan pangan lokal.

Menutup sambutannya, Aris mengajak seluruh masyarakat untuk berbelanja dengan tertib dan memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pangan dengan mudah, harga yang wajar, dan sesuai ketentuan.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar