GLOBAL SULTRA.COM.KONAWE UTARA, — Dalam upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kapolsek Wiwirano, Ipda Januar Irfan, S.I.P., bersama personel Polsek Wiwirano melaksanakan kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WITA tersebut merupakan bagian dari program prioritas Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” yang bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan warga, sekaligus menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, masukan, serta keluhan masyarakat secara langsung.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Wiwirano bersama personel berdialog dengan sejumlah perwakilan warga Desa Tambakua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan pertambangan nikel.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi kepolisian untuk mendengarkan berbagai persoalan yang menjadi perhatian warga, khususnya menyangkut potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak aktivitas pertambangan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat.
Desa Tambakua menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena wilayahnya memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang berpotensi mengalami kebakaran, terutama saat musim kemarau. Selain itu, keberadaan aktivitas pertambangan nikel di sekitar wilayah tersebut juga membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara masyarakat dan pihak perusahaan guna mengantisipasi munculnya permasalahan sosial.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi karhutla yang dapat mengancam lingkungan dan aktivitas warga. Masyarakat juga berharap situasi keamanan di sekitar kawasan pertambangan tetap terjaga sehingga hubungan antara warga dan pihak perusahaan dapat berlangsung secara harmonis.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ipda Januar Irfan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya.
Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.
Terkait aktivitas pertambangan, ia mendorong masyarakat dan pihak perusahaan agar senantiasa membangun komunikasi yang baik, mengedepankan dialog, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Landawe.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Wiwirano akan meningkatkan patroli dan pemantauan pada wilayah yang dinilai rawan karhutla maupun kawasan sekitar pertambangan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dini sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Melalui program Kumpul Bersama Masyarakat, Polsek Wiwirano berharap terbangun komunikasi yang semakin terbuka antara kepolisian dan masyarakat, sehingga setiap persoalan yang muncul dapat segera diketahui dan ditangani secara tepat.
Kehadiran Polri di tengah masyarakat juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta memelihara hubungan yang harmonis di tengah aktivitas pembangunan dan pertambangan.
Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Polsek Wiwirano menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.( Redaksi )

.





Komentar