Kades Kapoiala Baru Menggelar Dibalai Desa Pelatihan Perikanan Alami Berbasis Kearifan Lokal Desa

News642 views

GLOBAL SULTRA.COM.KONAWE – Pemerintah Desa (Pemdes) Kapoiala Baru menggelar pelatihan perikanan alami berbasis kearifan lokal desa. Giat yang bertemakan Petani Tambak adalah Gerbang Kedaulatan Negeri ini

dilaksanakan di Balai Desa Kapoiala Baru, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe tersebut dihadiri oleh Camat Kapoiala, Babinkantibmas,Kepala Dusun dan Ansar selaku pembawa materi serta kelompok tani Desa Kapoiala, Selasa (30/07/2024).

Baca Juga:  Dukung Program Ketahanan Pangan Presiden, Polda Sultra Mengikuti Peluncuran Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

Di depan awak media, Ansar menjelaskan bahwa kegiatan tadi bertujuan untuk mengarahkan pengusaha tambak udang dan ikan di Desa Kapoiala ini agar bisa berinvestasi di desanya sendiri.

“Kami mengadakan pelatihan ini agar pengusaha tambak udang dan ikan bisa berinvestasi sendiri dan agar lebih mudah mendapatkan kebutuhan seperti pakan. Jadi pakan itu bisa kita membuat sendiri tanpa membeli di toko,” jelasnya.

Baca Juga:  Sekda Sultra Laksanakan Instruksi Pj. Gubernur Salurkan Bansos Di10 Kecamatan Dalam Kota Kendari

Sementara itu, Kepala Desa Kapoiala Baru, Abdul Madjid menuturkan bahwa kegiatan tadi merupakan rangkaian dari program ketahanan pangan.

“Kegiatan tadi merupakan rangkaian dari program ketahanan pangan. Untuk itu saya selaku kepala desa sangat mengapresiasi karena ilmu yang diberikan oleh Pak Ansar tadi sangat bermanfaat untuk diaplikasikan ke petani khususnya tambak udang dan ikan,” ucapnya.

Baca Juga:  Himbauan Kapolres Konawe Utara Jaga Stabilitas Harkamtibmas Bulan Suci Ramadhan 1446 Hijriah
Saat membawakan materi tadi, lanjutnya, juga sekalian dilakukan praktek pembuatan pakan udang dan ikan. Dan Alhamdulillah hasilnya sangat ekonomis, karena dari hasilnya tadi diperoleh sekitar 43 karung, dan biayanya hanya sekitar 8 jutaan, sementara kalau dilakukan pembelian di toko, itu anggarannya sekitar 20 jutaan.

Dirinya pun berharap agar pelatihan tadi betul-betul dimanfaatkan ilmunya, jangan sampai selesai pelatihan ilmunya juga hilang. (Tim)

.

Komentar