Pesan di Balik Mengenakan Busana Berbahan Tenun Lokal yang Dikenakan Tina-Ihsan di Debat Cagub Sultra

News627 views

GLOBAL SULTRA.COM.Baubau, – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Tina Nur Alam dan La Ode Muhammad Ihsan Taufik Ridwan, tampil istimewa dalam debat kandidat edisi perdana dengan mengenakan busana berbahan tenun lokal khas Sultra. Pakaian mereka tidak hanya mencerminkan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah, tetapi juga mengandung pesan simbolis yang kuat.

Kain tenun yang dikenakan keduanya adalah hasil karya perancang busana lokal Sultra, dengan perpaduan warna kuning, biru, dan krem. Kombinasi warna tersebut tidak dipilih secara acak, melainkan memiliki makna tersendiri. Tina Nur Alam mengungkapkan bahwa pilihan busana ini adalah bentuk komitmennya untuk memajukan produk lokal. “Tenun lokal punya potensi besar, kalau saya terpilih sebagai Gubernur Sultra, kita akan dorong pemakaian tenun sebagai budaya sehari-hari masyarakat,” ujar Tina sebelum debat dimulai.

Baca Juga:  Waspada Ujaran Kebencian di Medsos Jelang Pilkada: Bhabinkamtibmas Imbau Masyarakat dan Pelajar di Buton Selatan

Warna kuning yang mendominasi busana melambangkan optimisme dan harapan baru untuk Sultra. Dalam konteks politik, warna ini juga mencerminkan semangat dan kebahagiaan, sejalan dengan visi Tina-Ihsan untuk membawa perubahan yang positif bagi masa depan provinsi ini. Sedangkan warna biru pada bagian bahu dan lengan mencerminkan kestabilan, kemandirian, dan kepercayaan. Tina-Ihsan ingin menunjukkan bahwa mereka siap membawa kepemimpinan yang kuat dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Baca Juga:  Personel Dit Pamobvit Polda Sultra Berbagi Takjil di Bundaran Adibahasa

Kombinasi kedua warna ini mencerminkan harmoni antara semangat perubahan dan kestabilan dalam membangun pemerintahan yang energik namun tetap kokoh. Di sisi lain, penggunaan tenun lokal sebagai bahan dasar pakaian menandai dukungan nyata untuk industri kreatif dan pelestarian budaya Sultra, yang sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Penampilan Tina-Ihsan dengan busana tenun lokal juga mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya daerah. “Sebagai warga Baubau, saya sangat senang melihat calon pemimpin kita bangga dengan tenun lokal. Ini menunjukkan mereka peduli pada kebudayaan kita,” kata Nurhayati, seorang warga setempat.

Baca Juga:  Pastikan Infrastruktur Bermasalah, Ridwan Bae Jalan Bersama Kepala BPJN Keliling di Sejumlah Kabupaten dan Kota

Pemilihan pakaian ini seolah menegaskan bahwa pasangan nomor urut 4 siap membawa semangat baru dan perubahan yang dibutuhkan oleh Sultra, dengan tetap menghormati akar budaya daerah.(Red)

.

Komentar