Kasus Pencurian Mesin Perahu:Dua Tersangka Ditahan Untuk Penyidikan Lebih Lanjut

News1,342 views

GLOBAL SULTRA.COM.Konawe Utara, –Kepolisian Resor Konawe Utara melalui Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lasolo menahan dua tersangka kasus pencurian dengan pemberatan, Minggu (15/12/2024) pukul 18.20 Wita.

Penahanan dilakukan berdasarkan perintah penyidik, Iptu Andi Muh. Taufan, SH., dan bukti permulaan yang cukup.

Kedua tersangka, Alfian alias Alpin (33) dan Asrul alias Koru (32), diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian mesin kapal di Desa Otole, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. Kejadian tersebut dilaporkan melalui Laporan Polisi Nomor:LP/B/13/XII/2024/SPKT/Sek Lasolo/Res Konut/Polda Sultra tertanggal 4 Desember 2024.

Baca Juga:  Piawai Dalam Pemberantasan Korupsi, Ini Profil Kapolda Sultra Yang Baru

Mesin kapal yang dicuri tersebut diketahui milik salah satu warga setempat dan merupakan barang berharga yang hilang dalam peristiwa tersebut.

Alfian, yang bekerja sebagai wiraswasta, tercatat lahir di Banyuwangi pada 16 September 1991 dan berdomisili di Kelurahan Tinobu, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara.

Penahanannya dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/13/XII/2024/Reskrim tertanggal 15 Desember 2024.

Baca Juga:  Sopir Dump Truk Patah Kaki Akibat Terjatuh Ke jurang,SBSI Kota Kendari Soroti Penerapan K3 PT.Tiram Di konut

Sementara itu, Asrul, juga seorang wiraswasta, lahir di Andumowu pada 9 Agustus 1992 dan beralamat di Desa Lalowaru, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara. Ia ditahan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor SP.Han/14/XII/2024/Reskrim pada tanggal yang sama.

Menurut penyidik, keduanya diduga melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, subsider Pasal 362 KUHP.

“Kedua tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polsek Lasolo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Iptu Taufan.

Baca Juga:  Biro SDM Polda Sultra Gelar Assessment Center Jabatan Kapolsek T.A. 2024

Penyidik menyatakan penahanan ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban atas kehilangan mesin kapal di Desa Otole. Penyidikan terus dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan membawa kasus ini ke proses hukum selanjutnya.

Tersangka Alfian dan Asrul terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara sesuai dengan ketentuan dalam KUHP.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengetahui atau mengalami tindak kriminal. (Red)

.

Komentar