Warga Tuntut PT.TIM Bertanggung Jawab Atas Dampak Lingkungan

News1,205 views

GLOBAL SULTRA.COM.BOMBANA,- Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam. Selain curah hujan tinggi, warga menilai aktivitas pertambangan PT. Timah Investasi Mineral (PT. TIM) yang kurang memperhatikan dampak lingkungan turut memperburuk situasi.

Kasi Humas Polres Bombana, Abdul Hakim, mengungkapkan bahwa akibat bencana ini, puluhan rumah warga serta fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa terendam banjir.

“Air yang meluap dari lokasi pertambangan diduga memperparah genangan di pemukiman warga, mengingat Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. TIM berdekatan dengan desa,” ujarnya kepada wartawan melalui chet whatsaap, Kamis, 30 Januari 2025.

Baca Juga:  Berikut Klarifikasi Humas Polres Kolaka,Video Viral Dan Pemberitaan Oknum Polisi Paksa Ibu di Rutan Kolaka

Sekitar pukul 07.30 WITA, ratusan warga mendatangi kantor PT. TIM untuk menuntut tanggung jawab perusahaan atas dampak lingkungan yang terjadi. Mereka mengingatkan kembali kesepakatan yang pernah dibuat antara pihak perusahaan dan masyarakat, di mana PT. TIM berjanji mengakomodasi keluhan warga, terutama terkait pencemaran laut dan ancaman banjir tahunan.

Dalam pertemuan tersebut, warga mendesak PT. TIM segera mengambil langkah pencegahan dengan membangun sediment pond baru sebagai saluran pembuangan air agar tidak lagi meluap ke pemukiman. Selain itu, mereka juga meminta perusahaan membebaskan lahan guna dijadikan jalur pembuangan air menuju laut.

Baca Juga:  Polda Sultra Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Azimut Rp9,9 Miliar

Menanggapi tuntutan warga, perwakilan PT. TIM, Dani Septian, menyatakan bahwa keluhan masyarakat akan segera diteruskan ke manajemen pusat untuk ditindaklanjuti. Ia juga berjanji bahwa setelah kondisi cuaca membaik, PT. TIM akan melakukan perbaikan terhadap fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak. Namun, untuk saat ini, perusahaan belum dapat bertindak karena alat berat tidak bisa keluar dari area tambang akibat hujan yang masih terus turun.

Baca Juga:  Ketua Laskar Merah Putih Sultra, apresiasi satgas (PKH) segel pertambangan nikel PT. (TMS) di kabaena

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, warga khawatir banjir susulan dapat terjadi mengingat hujan masih belum reda. Oleh karena itu, mereka berharap adanya koordinasi lebih lanjut antara pemerintah, perusahaan, dan tokoh masyarakat agar solusi jangka panjang dapat segera diterapkan guna mencegah bencana serupa terulang setiap tahun.

Saat ini, situasi di Desa Baliara masih dalam pemantauan, dan warga berharap tindakan nyata segera dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk. (Arun)

.

Komentar