Polda Sultra Bekuk Jaringan Fredy Pratama, 3,2 Kg Sabu Disita

News873 views

GLOBAL SULTRA.COM.Kendari, – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayahnya. Pada Jumat, 1 Agustus 2025, Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra Kombes Pol Bambang Sukmo Wibowo S.IK., S.H., M.Hum, didampingi Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian, S.IK, menggelar konferensi pers di Aula Ditresnarkoba terkait pengungkapan jaringan narkotika kelas atas yang terafiliasi dengan sindikat Fredy Pratama salah satu buronan terbesar kasus narkoba di Indonesia.

Baca Juga:  Kepala Dinas Kominfo Sultra Terima Kunjungan DPRD Kabupaten Wakatobi

Dalam konferensi tersebut, Kombes Bambang membeberkan kronologi penangkapan seorang pelaku berinisial AS (28), yang diketahui sebagai bagian dari jaringan pengedar sabu milik Fredy Pratama. Penangkapan bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan AS yang diduga mengedarkan narkoba di wilayah Kendari.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Unit 2 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Sultra melakukan penyelidikan intensif. Hingga akhirnya pada Sabtu, 12 Juli 2025 pukul 17.00 WITA, tim berhasil menangkap AS di BTN Perumnas Poasia No. B3, Jalan Kijang, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Baca Juga:  Kontraktor Mining Tidak Ditetapkan Sebagai Tersangka, GMA Meniliai Penanganan Kasus PT.Masempo Dalle Tebang Pilih

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan oleh warga setempat, polisi menemukan barang bukti berupa 2 bungkus besar dan 1 sachet sedang dalam koper warna abu-abu, 10 sachet sedang berisi narkotika jenis sabu dengan total berat mencapai 3.241,6 gram.

Lebih lanjut, diketahui bahwa AS dikendalikan oleh seseorang berinisial DJ yang memberi perintah melalui komunikasi via ponsel. DJ memerintahkan AS untuk mengambil sabu di sebuah hotel di Kendari, kemudian menempel (menyimpan) paket sabu di lokasi tertentu untuk diambil oleh pembeli.

Baca Juga:  83 Calon Taruna Akpol Panda Polda Sultra Jalani Pemeriksaan Kesehatan dengan Sistem Barcode untuk Transparansi Seleksi

Fredy Pratama sendiri dikenal sebagai bandar narkoba kelas kakap yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri dan terhubung dengan jaringan internasional. Ia disebut sebagai otak di balik distribusi ton-ton sabu yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia.

Kombes Bambang menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.(Redaksi)

.

Komentar

Baca Juga