Kapolres Konut : Sanksi Pidana, Disiplin Maupun Kode Etik Menanti Pelaku

News1,598 views

GLOBAL SULTRA.COM.Konawe Utara, Humas — Kepala Kepolisian Resor Konawe utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H dalam keterangannya menangapi kejadian dugaan kasus penganiayaan Bripda LOI terhadap perempuan AR (25) dengan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) di BTN Baruga Saranani Lestari Kota Kendari, senin (25/08/25)

“Saya Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda, S.H., S.I.K., M.H atas nama Institusi dan pimpinan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban dan keluarga korban atas tindakan personel kami”

Baca Juga:  Program Unggulan ASR-Hugua Akan Menjawab Kerusakan Berat Jalan Provinsi di Butur

Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda menerangkan bahwa setelah kejadian penganiayaan tersebut Polda Sultra melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) serta piket SPKT Polda Sultra langsung menindaklanjuti laporan perempuan AR (25) dengan mengamankan pelaku

Saat ini pelaku telah diamankan dan di tahan dalam penempatan khusus (patsus) Bidang Propam Polda Sultra untuk selanjutnya menjalani proses hukum sesuai prosedur dan transparan “tegas Kapolres Konut

Baca Juga:  Debat Kedua,Paslon 03 Dalle-Suhaemi Siap Wakafkan Diri Untuk Memajukan Koltim

Polres Konawe utara menjaga integritas, kepercayaan masyarakat dengan bersikap transparan dan reaponsif setiap informasi perkembangan kasus ini.” ungkap Kapolres Konut

Kapolres Konawe utara AKBP Rico Fernanda mengatakan pelaku terancam sanksi pasal 351 tentang penganiayaan yang sedang di proses reskrimum Polda Sultra serta hukuman disiplin dan kode etik profesi Polri atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) oleh bidang profesi pengamanan (propam) Polda sultra” terangnya

Baca Juga:  Wagub Sultra Hadiri Pembukaan Sail to Indonesia 2025 di Buton Selatan

Kembali saya tegaskan tidak ada yang kebal hukum, semua warga negara Indonesia sama kedudukannya dimata hukum, Tidak ada perlakuan khusus bagi anggota Polri yang melanggar” sambungnya.(Redaksi)

.

Komentar