Lanal Kendari dan Sugarpos Gelar FGD, Bahas Peran TNI AL Jaga Keamanan Maritim Sultra

News8 views

Global Sultra com.Kendari,- Manajemen Sugarpos. bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Kendari menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama insan pers terkait peran TNI Angkatan Laut dalam mengawasi dan melindungi keamanan maritim di Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Citra Land, Kendari, Rabu (4/3/2026)

FGD bertajuk “Peran TNI AL dalam Mengawasi dan Melindungi Keamanan Maritim di Sulawesi Tenggara: Tantangan dan Strategi” ini menjadi ruang dialog antara media dan aparat pertahanan laut dalam memperkuat sinergi informasi serta penguatan keamanan wilayah perairan.

Direktur Sugarpos.com, Dr. Sukriansyah S. Latief, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta diskusi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di era keterbukaan informasi saat ini.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Kegiatan ini kami harapkan memberikan feedback bagi kita semua. Di era keterkaitan informasi seperti sekarang, yang terbaik bukan lagi berkompetisi, melainkan bersinergi bersama-sama untuk memperbaiki bangsa ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Personel Ditpolairud Polda Sultra Laksanakan Patroli Gabungan

Menurutnya, forum diskusi semacam ini bukan hanya dilakukan di Kendari, tetapi juga telah dilaksanakan di sejumlah daerah lain dan memberikan dampak positif terhadap hubungan kelembagaan serta silaturahmi antarinsan pers dan institusi.

Ia berharap melalui FGD tersebut dapat ditemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat secara akurat dan konstruktif.

“Bagi kita para jurnalis, informasi itu penting untuk disampaikan kepada masyarakat secara benar, sehingga mampu mendorong perbaikan dan kemajuan, khususnya bagi Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Lanal Kendari, Kolonel Dedi Wardana, dalam pemaparannya menegaskan bahwa Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki wilayah perairan yang luas dan strategis dengan potensi sumber daya kelautan yang besar serta menjadi jalur pelayaran penting, baik nasional maupun regional.

“Kondisi tersebut menjadikan wilayah maritim Sulawesi Tenggara sebagai aset nasional yang harus dijaga dan diamankan secara bersama-sama,” tegasnya.

Baca Juga:  Biro Ops dan Biro SDM Polda Sultra Berbagi Takjil, 300 Paket Dibagi Kepada Masyarakat

Ia menjelaskan, TNI Angkatan Laut memiliki peran utama dan strategis dalam mengawasi serta melindungi keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Melalui Lanal Kendari, TNI AL menjalankan fungsi pertahanan, penegakan hukum, serta pembinaan potensi maritim di wilayah perairan Sultra.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tantangan keamanan maritim di Sulawesi Tenggara semakin kompleks. Keamanan maritim tidak hanya sebatas patroli laut, tetapi mencakup penegakan kedaulatan wilayah laut, penindakan kejahatan maritim seperti illegal fishing, perompakan dan penyelundupan, perlindungan keselamatan pelayaran, pengamanan objek vital nasional maritim, hingga menjaga stabilitas investasi sektor kelautan dan industri pesisir.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, TNI AL melalui Lanal Kendari telah dan terus melakukan berbagai langkah strategis, antara lain meningkatkan intensitas patroli laut dan patroli terpadu, memperkuat sinergi lintas sektor dengan Polri, Bakamla, pemerintah daerah serta aparat penegak hukum lainnya, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi maritim guna meningkatkan deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi ancaman.

Baca Juga:  Angkatan Muda Muhammadiyah Sultra Gelar Aksi Jilid II, Desak Pencopotan Rektor UM Kendari

Selain itu, pembinaan masyarakat pesisir dan nelayan juga menjadi bagian penting sebagai mitra strategis TNI AL dalam menjaga keamanan dan ketertiban di laut. Peningkatan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit melalui latihan berkelanjutan turut menjadi fokus utama.

“Keamanan maritim Sulawesi Tenggara bukan hanya tentang menjaga laut, tetapi menjaga masa depan ekonomi daerah, menjaga kedaulatan negara dan kesejahteraan masyarakat pesisir. TNI Angkatan Laut hadir bukan hanya sebagai kekuatan militer, tetapi sebagai penjamin stabilitas maritim yang berkelanjutan,” tutupnya.

Melalui FGD tersebut, diharapkan terbangun pemahaman bersama antara TNI AL dan insan pers dalam mengawal isu-isu kemaritiman serta memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perairan di Sulawesi Tenggara.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar