Gubernur ASR Tegaskan Komitmennya Dalam Proses Seleksi Jabatan Administrator Bebas Dari Titipan

News146 views

GLOBAL SULTRA.COM.-Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara langsung mengumumkan hasil seleksi pejabat administrator (eselon III) dan pejabat pengawas (eselon IV) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Rabu (8/4/2026).

Dalam keterangannya, Gubernur yang akrab disapa ASR itu menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan berbasis kompetensi. Ia memastikan tidak ada ruang bagi praktik “orang dalam” dalam penentuan pejabat yang lolos.
“Tidak ada yang kebetulan. Semua yang lolos hari ini karena memang memiliki kemampuan, kompetensi, dan integritas. Kita ingin sistem ini berjalan dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga:  Non Eksekutable Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Kopperson Akan Menempuh Langkah Hukum Melalui Kasasi 

Hasil seleksi sendiri dibagi dalam dua kategori, yakni “lolos” dan “lulus”. Peserta yang dinyatakan “lolos” akan segera menduduki jabatan yang dilamar dan dijadwalkan dilantik dalam waktu 5 hingga 6 hari ke depan, setelah melalui tahapan pertimbangan teknis.

Sementara itu, peserta dengan kategori “lulus” tetap dinilai memenuhi kualifikasi, namun belum mendapatkan posisi. Nama-nama tersebut akan dimasukkan dalam bank talenta, sehingga dapat dipertimbangkan sewaktu-waktu untuk mengisi jabatan yang tersedia, termasuk peluang promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Adapun jumlah peserta seleksi untuk jabatan eselon III mencapai 83 orang yang bersaing mengisi 27 peta jabatan. Sedangkan seleksi jabatan eselon IV diikuti oleh 68 peserta untuk mengisi 24 jabatan yang tersedia.

Baca Juga:  Kapolda Sultra Bersama Pengemudi Ojek Online Sholat Maghrib dan Sholat Gaib Bersama di Masjid Al-Amin

Dalam prosesnya, Gubernur juga mengungkapkan bahwa pada beberapa formasi, khususnya dari kalangan tenaga medis, kualitas kandidat dinilai sangat baik sehingga proses seleksi berjalan lebih ketat dan kompetitif.

Namun, demi menjaga prinsip meritokrasi, terdapat dua peta jabatan yang dibatalkan pengisiannya karena hanya diikuti oleh satu kandidat. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan adanya kompetisi yang sehat dan adil.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa penerapan sistem merit bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kinerja.

Baca Juga:  Divhumas Polri Gelar Shalat Gaib Untuk Almarhum Affan Kurniawan

Ia juga memastikan bahwa evaluasi terhadap pejabat yang terpilih akan dilakukan secara berkala. Jika tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pergantian dengan kandidat lain yang telah masuk dalam bank talenta.

“Kalau sistem ini berjalan, organisasi akan kuat, dan anggaran akan tepat sasaran. Kita ingin Sulawesi Tenggara maju dengan SDM yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

(Redaksi)

.

Komentar