GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI, – Manajemen media online Sentralsultra.com menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Universitas Halu Oleo (UHO), dalam sebuah kegiatan diskusi santai yang berlangsung di salah satu warung kopi di Kota Kendari, Senin 4 April 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pembelajaran lapangan mahasiswa untuk memperdalam pemahaman tentang praktik jurnalistik secara langsung. Dalam suasana hangat dan interaktif, para mahasiswa berdialog dengan praktisi media terkait tantangan dan standar kerja jurnalistik di lapangan.

Pimpinan Redaksi sekaligus Penanggung Jawab Sentralsultra.com, Edi Sartono, menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjembatani teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia jurnalistik.
Dalam pemaparannya, Edi Sartono menegaskan bahwa seorang jurnalis wajib menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap proses kerja, mulai dari peliputan hingga publikasi berita.
“Jurnalistik itu bukan sekadar menulis, tetapi bagaimana kita menjaga integritas, akurasi, dan etika dalam setiap karya yang dihasilkan,” ujarnya.

Ia juga membagikan sejumlah tips praktis kepada mahasiswa terkait tata cara kerja jurnalistik di lapangan. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya fokus pada kualitas tulisan, bukan pada perlakuan narasumber.
“Jangan pernah merasa tersisih saat melakukan peliputan. Yang terpenting adalah bagaimana tulisan kita bisa bernilai dan layak dipublikasikan,” tambahnya.
Edi juga mengingatkan agar jurnalis tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika dipanggil narasumber. Menurutnya, profesi jurnalis pada dasarnya menjual karya tulis kepada publik melalui informasi yang diperoleh dari narasumber.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan teknis saat peliputan, seperti memastikan alat rekam selalu aktif serta menyimpan nomor kontak narasumber. Hal ini dinilai krusial untuk proses konfirmasi ulang apabila terdapat data yang belum jelas saat penulisan berita.
“Kontak narasumber itu sangat penting. Selain untuk klarifikasi, hal ini juga sering menjadi pertanyaan dalam Ujian Kompetensi Jurnalistik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi Sartono juga mengingatkan aspek etika lain yang tidak kalah penting, seperti perlindungan terhadap identitas anak di bawah umur dengan cara menyamarkan atau memblur wajah, serta kewajiban melakukan konfirmasi kepada semua pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.
Diskusi tersebut berlangsung dinamis, dengan para mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar pengalaman liputan, tantangan di lapangan, hingga standar profesionalisme seorang jurnalis.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan serta memotivasi mahasiswa untuk menjadi jurnalis yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. ( Redaksi )

.






Komentar