Wakapolres Konut Turun Langsung Pantau Banjir Yang Merendam Sejumlah Titik di Poros Trans Sulawesi

News43 views

GLOBAL SULTRA.COM.KONAWE UTARA, – Intensitas hujan yang meningkat dalam empat hari terakhir menyebabkan banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Langgikima dan Landawe, Kabupaten Konawe Utara, Minggu (10/5/2026). Akibatnya, beberapa akses jalan utama hingga permukiman warga terendam dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan laporan Polsek Wiwirano, banjir terjadi sejak siang hari sekitar pukul 13.20 WITA di beberapa titik dalam wilayah hukum Polsek Wiwirano.

Di jalur masuk Kelurahan Langgikima tepatnya di Desa Polora Indah, Kecamatan Langgikima, ketinggian air mencapai sekitar 60 hingga 80 sentimeter. Meski debit air mulai mengalami penurunan, ruas jalan tersebut masih belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi serupa juga terjadi di jalan masuk Kelurahan Langgikima dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 80 sentimeter sehingga akses transportasi warga masih lumpuh total.

Baca Juga:  Polri Tegas, Pelaku Penembakan Polisi di Sumbar di PTDH

Sementara itu, banjir terparah terjadi di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe. Pada jembatan pertama, tinggi genangan mencapai 1 hingga 1,5 meter, sedangkan di jembatan kedua ketinggian air berkisar 50 hingga 100 sentimeter. Kedua titik tersebut hingga kini belum dapat dilalui kendaraan.

Tak hanya akses jalan, pemukiman warga di Desa Tambakua juga ikut terdampak. Air dilaporkan menggenangi jalan desa dengan ketinggian sekitar 50 hingga 60 sentimeter. Hingga saat ini, kerugian sektor pertanian belum dapat diidentifikasi karena wilayah tersebut masih terisolir dan jaringan komunikasi lumpuh total.

Di jalur poros Trans Sulawesi tepatnya di pertigaan rumah Pak Nyoman, Desa Polora Indah, genangan air setinggi 40 hingga 60 sentimeter mulai surut. Kendaraan roda empat sudah dapat melintas, sementara kendaraan roda dua masih harus menggunakan rakit atau pincara untuk menyeberang.

Baca Juga:  Tim Buser 77 Berhasil Amankan Residivis Pencurian, Yang Baru Bebas dari Tahanan

Kapolsek Wiwirano melaporkan bahwa debit air di Sungai Landawe dan Lalindu juga mulai mengalami penurunan sekitar satu meter seiring kondisi cuaca yang mendung namun tidak turun hujan.

Dalam penanganan situasi tersebut, personel Polsek Wiwirano bersama jajaran Polres Konawe Utara dan Kodim 1430 Konawe Utara melakukan pengamanan di lokasi banjir, pengaturan arus lalu lintas, serta membantu masyarakat dan pengendara yang hendak melintas.

Wakapolres Konawe Utara Kompol Sumarso, S.Sos turut turun langsung ke lapangan didampingi Kapolsubsektor Langgikima Ipda Rusli Jaya, S.H bersama personel Samapta Polres Konawe Utara dan personel TNI untuk memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Minimalisir Gangguan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024, Polres Konsel Laksanakan KRYD

Polisi juga mengingatkan warga agar tetap waspada mengingat cuaca masih mendung dan potensi hujan sedang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Hingga saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa maupun kerugian materiel warga yang dapat teridentifikasi,” demikian keterangan yang disampaikan pihak Polsek Wiwirano.

Saat ini, jalur alternatif menuju Kecamatan Langgikima masih dapat diakses melalui pertigaan Desa Polora Indah, sementara Desa Tambakua masih dalam kondisi terisolir akibat banjir dan putusnya jaringan komunikasi seluler sejak sehari terakhir.( Redaksi )

.

Komentar