Peringati Harkitnas ke-118, Polda Sultra Perkuat Semangat Nasionalisme dan Perlindungan Generasi Muda

News550 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI, — Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di halaman Mapolda Sultra, Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan pengabdian personel Polri dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum juga diikuti para pejabat utama Polda Sultra, perwira, serta personel gabungan. Dalam amanatnya, Wakapolda menyampaikan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini memiliki makna tersendiri bagi jajaran Polda Sultra karena bertepatan dengan momentum penyambutan Kapolda Sultra yang baru.

“Upacara ini kita gelar karena besok kita akan melakukan penyambutan terhadap Bapak Kapolda baru. Mudah-mudahan menjadi kebangkitan baru buat kita semua,” ujar Wakapolda saat membacakan amanat.

Baca Juga:  Begini tanggapan Ridwan Badallah Terkait lsu Gubernur Bayangan: ltu Narasi Keliru, Opini Yang Tak Berdasar

Tema Harkitnas ke-118 Tahun 2026, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, dinilai relevan dengan tantangan bangsa saat ini. Tema tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya menjaga dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Menurutnya, generasi muda merupakan aset utama bangsa yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia. Karena itu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi mereka dari berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga:  Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Kapolres Konut; Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas Wujudkan "Mudik Aman Keluarga Bahagia"

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional yang lahir sejak berdirinya Budi Utomo harus terus dijaga di tengah perkembangan era digital. Ancaman terhadap persatuan bangsa kini tidak hanya berbentuk fisik, tetapi juga melalui penyebaran hoaks, intoleransi, radikalisme, hingga kejahatan transnasional berbasis teknologi.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, seluruh personel Polda Sultra diminta terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik, termasuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Perhatian terhadap generasi muda juga menjadi poin utama dalam amanat tersebut. Anak-anak dan pemuda diharapkan mendapat perlindungan dari ancaman narkoba, kenakalan remaja, intoleransi, serta dampak negatif penyalahgunaan media digital.

Baca Juga:  Polres Konawe Utara Gelar Bakti Religi di Mesjid As Salam Menyambut Hari Bhayangkara Ke -78 

Melalui pendekatan preventif dan edukatif, Polri diharapkan mampu hadir sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kesadaran hukum dan memperkuat ketahanan generasi muda sebagai tunas bangsa.

Menutup amanatnya, pimpinan upacara menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Sultra dan jajaran atas dedikasi dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Semoga semangat kebangkitan nasional menjadi motivasi untuk terus bekerja dengan tulus, menjaga kehormatan institusi, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tutupnya.( Redaksi )

.

Komentar