Wagub Sultra Hugua Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

News134 views

Global Sultra com. KENDARI ,– Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin (1/6/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.

Bertindak sebagai komandan upacara, Mayor Cpl. Muh. Awaluddin memimpin jalannya rangkaian kegiatan yang diikuti oleh unsur Forkopimda Sultra, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat eselon, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, Brimob, Satpol PP, Tagana, pelajar SMA/SMK, serta peserta upacara lainnya.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara simbolis, bendera Merah Putih diserahkan oleh Wakil Gubernur Sultra selaku inspektur upacara kepada pasukan pengibar sebelum prosesi pengibaran dilaksanakan.

Baca Juga:  Dampingi Dirreskrimsus Polda Sultra Selaku Pamatwil, Kapolres Konut Turun Pantau Kondisi Kamtibmas di TPS

Usai pengibaran bendera, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, Adrian, membacakan teks Pancasila. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh perwakilan Paskibraka.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Sultra membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa.

Baca Juga:  Begini Penjelasan Dedu Purnomo Sehingga Tidak Bisa Ikut Kontestasi Pilkada di Kabupaten Konawe 2024

Pancasila disebut sebagai bintang penuntun sekaligus jangkar moral bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Keberhasilan Indonesia menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama menjadi bukti nyata kekuatan nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, disampaikan pula bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sementara nilai musyawarah dan mufakat menjadi landasan diplomasi dalam menjembatani perbedaan serta mendorong terciptanya perdamaian.

Generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh elemen bangsa diingatkan agar memastikan setiap kebijakan dan tindakan berlandaskan keadilan sosial serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, persatuan, dan toleransi.

Baca Juga:  Pemprov Sultra Transformasi Sistem Kerja dan Digitalisasi Pembayaran Zakat

“Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” ujarnya

Mengakhiri pidatonya, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, serta nilai-nilai kemanusiaan.
(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar