Global Sultra com. KENDARI, – Langkah Dr. Herman, SH, LL.M. yang memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) periode 2026–2030 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan sikap kenegarawanan dan komitmen moral yang patut dihormati oleh seluruh sivitas akademika.
Akril menegaskan, secara regulasi Dr. Herman sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk mundur dari jabatan Plt Rektor guna mengikuti proses pencalonan sebagai rektor definitif. Hingga saat ini tidak ada aturan yang dilanggar apabila yang bersangkutan tetap menjalankan tugas sebagai Plt Rektor sembari mengikuti tahapan pemilihan.
Namun demikian, pilihan untuk melepaskan jabatan tersebut dinilai sebagai langkah etis yang mencerminkan penghormatan terhadap prinsip-prinsip demokrasi akademik.
“Secara aturan, Dr. Herman tidak berada dalam posisi yang mengharuskannya mengundurkan diri. Akan tetapi beliau memilih mengambil jalan yang lebih terhormat, yakni menghindari segala bentuk persepsi konflik kepentingan dan memberikan ruang kompetisi yang setara bagi seluruh kandidat. Ini merupakan teladan kepemimpinan yang patut diapresiasi,” ujarnya. Senin, 15/6/2026.
Menurutnya, dalam sebuah kontestasi akademik, yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi bagaimana proses itu berlangsung secara adil, transparan, dan dapat diterima oleh seluruh pihak.
Akril mengingatkan bahwa Pilrek UHO bukan sekadar ajang memilih figur pemimpin kampus, melainkan momentum menentukan arah dan masa depan institusi pendidikan terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut. Karena itu, seluruh sivitas akademika diharapkan mampu menjaga marwah kampus dengan mengedepankan rasionalitas, etika, dan semangat persatuan.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi kampus. Namun jangan sampai perbedaan itu memecah persaudaraan akademik. UHO membutuhkan suasana yang kondusif agar proses pemilihan melahirkan pemimpin terbaik, bukan sekadar pemenang kontestasi,” katanya.
Ia juga mengajak anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni untuk menjadikan Pilrek sebagai ruang adu gagasan, rekam jejak, serta visi pembangunan universitas, bukan arena pertarungan kepentingan kelompok.
Lebih lanjut, Akril menilai keputusan Dr. Herman mundur dari jabatan Plt Rektor telah memberikan pesan moral yang kuat bahwa integritas sering kali berada di atas kepentingan politik maupun jabatan.
“Langkah ini menunjukkan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah menjaga kepercayaan publik dan memastikan seluruh proses berjalan secara fair. Ini menjadi contoh baik bagi dunia pendidikan tinggi bahwa etika kepemimpinan harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan keputusan,” tutupnya.
(Redaksi GlobalSultra)

.






Komentar