Santri Ponpes Al Askar Kendari di Larikan ke Puskesmas Lepo Lepo Diduga Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG

News19 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI,-Suasana di Pondok Pesantren (Ponpes) Al, askar, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mendadak berubah tegang pada Jumat, 18 September 2026.

Sejumlah santri dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang muncul antara lain mual, pusing hingga muntah. Melihat kondisi tersebut, pengurus pesantren kemudian membawa santri yang mengalami keluhan ke Puskesmas Lepo-Lepo untuk mendapatkan penanganan medis.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan sejumlah santri yang mengalami keluhan mencapai puluhan orang. Namun, hingga malam ini belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pastinya.

Di Puskesmas Lepo-Lepo, Kota kendari sejumlah santri terlihat menjalani penanganan medis. Petugas memberikan perawatan sesuai kondisi pasien, termasuk pemasangan infus dan pemberian obat-obatan.

Baca Juga:  Resmi Ditutup, Diklat Integrasi Bintara TNI - Polri 2024 Diharapkan Semakin Pererat Silaturahmi Para Siswa

Suasana di lokasi pun cukup sibuk. Tenaga medis tampak fokus menangani para santri yang datang secara berkelompok.

Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan bahwa keluhan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Dugaan keracunan masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan medis serta, jika dianggap perlu, pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi.

Seorang petugas Puskesmas Lepo-Lepo yang ditemui di lokasi meminta awak media untuk sementara tidak melakukan wawancara maupun mengambil gambar di area penanganan.

“Mohon maaf, untuk saat ini jangan dulu diwawancarai atau mengambil foto-foto lokasi penanganan,” ujar petugas tersebut.

Menurutnya, tenaga kesehatan masih berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada para santri.

Baca Juga:  Personel Ditpolairud Polda Sultra Amankan Terduga Pembawa Bahan Peledak Ikan di Perairan Kolaka

Penyebab Masih Misteri

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut.

Pimpinan Ponpes Al,askar belum berhasil dikonfirmasi mengenai kronologi pembagian makanan MBG, termasuk waktu makanan dikonsumsi dan kapan gejala mulai dirasakan para santri.

Kepala Puskesmas Lepo-Lepo juga belum memberikan keterangan mengenai hasil pemeriksaan medis awal maupun jumlah pasien yang mendapatkan perawatan.

Kondisi ini membuat informasi yang beredar di lapangan masih harus ditempatkan sebagai dugaan, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi keracunan akibat MBG.

Jika nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kaitan dengan makanan MBG, proses penelusuran tentu tidak berhenti pada makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga:  Berkat Mediasi Presiden PMMI, Berhasil Mendamaikan Perseteruan Antara UB dan RB Tanpa Proses Hukum

Rantai penyediaan makanan, mulai dari bahan baku, proses memasak, pengemasan, penyimpanan, distribusi hingga makanan disantap, perlu diperiksa untuk menemukan sumber persoalannya.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan medis dan laboratorium menemukan penyebab lain, informasi tersebut juga penting disampaikan kepada publik agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru.

Peristiwa ini kini menjadi perhatian karena melibatkan banyak santri dalam waktu yang hampir bersamaan.

Masyarakat pun menunggu penjelasan resmi dari pihak Ponpes Al,askar, Puskesmas Lepo-Lepo, Dinas Kesehatan Kota Kendari, pengelola program MBG serta aparat terkait.

Yang paling penting saat ini adalah memastikan seluruh santri mendapatkan penanganan medis dan kondisinya segera stabil.

Sementara penyebabnya, biarkan pemeriksaan yang berbicara.( Redaksi )

.

Komentar