Kritisi Pj Gubernur, Kadis Kominfo Sultra Sebut Rajab Jinik Seperti Dewa Mabuk

News1,172 views

GLOBAL SULTRA.COM. KENDARI, – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM. Rajab Jinik menyoroti Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait musibah banjir dan longsor di kota bertaqwa ini.

Disebutkan bahwa Pj Gubernur Andap Budhi Revianto harusnya malu. Pasalnya, Kota Kendari menjadi langganan banjir dan longsor.

Atas hal itu Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badallah angkat bicara. Dikatakannya bahwa apa yang disampaikan oknum dewan dalam hal ini Rajab Jinik seperti dewa mabuk.

Baca Juga:  Beri Ucapan Selamat Kepada Gubernur Terpilih,,, Ini Harapan Presiden PMMI Kepada ASR - HUGUA

Pasalnya, pemerintahan ini sudah diatur, ada pemerintah kota dan pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Ketika terjadi banjir dan longsor di Kota Kendari itu merupakan tanggungjawab pemerintah.

“Harusnya yang malu dewan dan Pemkot Kendari baru kemudian Pemprov ketika tidak bisa ditangani,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui teleponnya, Jumat (1/3/2024) malam.

Banjir itu terjadi bukan hanya pada saat Pj Gubernur Andap Budhi Revianto, tetapi setiap hujan deras di Kendari terjadi banjir.

Baca Juga:  Sinergi TNI dan Insan Pers, Danrem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Raden Wahyu, Terima Penghargaan JMSI Sultra Award

“Harusnya yang malu kita semua sebagai pemerintah. Jangan hanya menyoroti gubernur, karena ini adalah bagian dari tanggungjawab Pemkot dan kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ridwan Badallah mengatakan, Pj Gubernur selalu menyampaikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk peka terhadap kondisi yang terjadi di daerah. Dan Gubernur memiliki perangkat di 17 Kabupaten Kota.

Baca Juga:  Kapolda Sultra Lakukan Patroli Laut di Sejumlah Pelabuhan Jelang Bulan Suci Ramadan

“Jangan sampai kritik ini ada indikasi politisasi. Janganlah seperti itu, karena Pak Pj selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik terhadap daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menilai bahwa sorotan terhadap Pj Gubernur sangat lucu, karena Pemkot Kendari memiliki anggaran tersendiri untuk mengatasi persoalan di Kota Kendari.
“Ketika misalnya tidak mampu menangani baru sampaikan kepada Pj Gubernur sehingga dicarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut,” tandasnya. (Red)

.

Komentar