Ditbinmas Polda Sultra Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kendari Bahas Pencegahan Bullying di Sekolah

News634 views

GLOBAL SULTRA COM. Kendari, – Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan sektor pendidikan, Subdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sultra melaksanakan kegiatan koordinasi bersama Dinas Pendidikan Kota Kendari pada Rabu (16/7/2025) pukul 09.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan tersebut dipimpin oleh AKP Mukhammad Basuni bersama empat personel lainnya, yakni Ipda Muhammad Aris, S.H., M.M., Aiptu Suherman, S.H., M.H., Aipda Aburizal, dan Briptu Zulkifli.

Baca Juga:  Kapolri Tutup E Sports Kapolri Cup 2026,Ajak Generasi Muda Jadi Duta Kamtibmas Dan Aktif Laporkan Gangguan Ke 110

Dalam pertemuan tersebut, pihak Ditbinmas menyampaikan rencana kegiatan sosialisasi dan pencegahan dini terhadap kasus bullying di lingkungan sekolah. Koordinasi ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan antara Polri dan dunia pendidikan, guna menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan terbebas dari kekerasan.

AKP Mukhammad Basuni menjelaskan bahwa keterlibatan aktif Dinas Pendidikan dan seluruh sekolah di Kota Kendari sangat diperlukan agar upaya pencegahan bullying bisa dilakukan sejak dini secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Berkunjung Di Kecamatan Batu Buton Selatan, Ribuan Masyarakat Sambut Kedatangan Paslon Gubernur Sultra ASR-Hugua

“Kami berharap sinergi ini bisa menjadi fondasi kuat untuk mencegah perilaku bullying sejak dari bangku sekolah. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana positif dan penuh antusiasme. Pihak Dinas Pendidikan Kota Kendari menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan sosialisasi yang akan dijalankan oleh Ditbinmas Polda Sultra di sekolah-sekolah.

Baca Juga:  Polri Gelar Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2024, 700 Atlet Akan Berlaga Besok

Dengan koordinasi ini, diharapkan lahir program kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan kepedulian siswa, guru, serta orang tua terhadap pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. (Redaksi)

.

Komentar