Direct Ekspor Feronikel Perdana ke Tiongkok, Langkah Besar Industri Sultra

News13 views

GLOBAL SULTRA.COM.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mencatatkan langkah penting dalam penguatan sektor industri dan perdagangan. Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, secara resmi melepas Direct Export Perdana Feronikel sebanyak 46 kontainer dengan tujuan Lianyungang, Tiongkok, bertempat di Terminal Peti Kemas Kendari New Port, Rabu (28/1/2026).

Gubernur menegaskan bahwa direct ekspor ini tidak hanya menjadi capaian ekonomi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ekspor feronikel dengan volume 1.015,16 metrik ton senilai USD 2,95 juta atau setara Rp 49,49 miliar tersebut menjadi ekspor langsung perdana dari Sulawesi Tenggara ke pasar internasional melalui Kendari New Port.

Momentum ini menandai kemajuan signifikan industri pengolahan nikel serta kesiapan sistem logistik daerah dalam mendukung perdagangan global.

Baca Juga:  Kapolres Konut Pimpin Rapat Kesiapan Menghadapi Upacara Hut Kemerdekaan RI Ke -79 Serta Tahapan Pilkada 2024

“Ekspor feronikel perdana ini menunjukkan bahwa industri, pelabuhan, dan logistik di Sulawesi Tenggara semakin siap, efisien, dan berdaya saing. Yang terpenting, kemajuan ini harus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur.

Ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional IV Kendari dan PT. Winarapan, serta menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran Sulawesi Tenggara dalam rantai perdagangan dan industri global, khususnya sektor pertambangan dan pengolahan nikel.

Gubernur menjelaskan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya mineral yang sangat besar, terutama nikel, yang harus dikelola secara bijak, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga:  Gubernur Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025g

“Kami tidak ingin sumber daya alam hanya diekspor dalam bentuk mentah. Hilirisasi harus mendorong transfer teknologi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa pembangunan industri di Sulawesi Tenggara harus berjalan seiring dengan prinsip kelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial perusahaan, dan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan.

Selain memperkuat konektivitas perdagangan global, direct ekspor ini turut menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai simpul strategis dalam jaringan industri dan perdagangan dunia, khususnya dalam mendukung kebutuhan bahan baku industri strategis internasional.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, memberikan kepastian hukum, menjaga stabilitas dan keamanan daerah, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, dan masyarakat.

Baca Juga:  Kasat PJR Ditlantas Polda Sultra Jadi Irup Upacara Bendera di SMKN 2 Kendari

Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan kebijakan dan regulasi, kepada para investor dan pelaku industri atas kepercayaan berinvestasi di Sulawesi Tenggara, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dan bersinergi dalam mewujudkan direct ekspor perdana ini.

Gubernur berharap, kegiatan ini menjadi awal dari peningkatan volume ekspor, perluasan pasar internasional, serta tumbuhnya investasi baru yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara. ( Redaksi )

.

Komentar