Kadispar Prov Sultra Targetkan Sail to lndonesia 2026 Jadi Pintu Masuk, Pusat Pelayanan Yacht Dunia

News8 views

Global Sultra com. Kendari,— Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin serius mempersiapkan diri menjadi pusat pelayanan kapal yacht dunia di Indonesia.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat strategis yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra bersama lima kepala dinas Pariwisata Kabupaten, Kamis (12/2/2026).

Rapat ini menjadi bagian penting dari konsolidasi daerah dalam menghadapi agenda internasional Sail to Indonesia 2026, yang diproyeksikan menjadi momentum transformasi pariwisata bahari Sultra ke level global.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra menegaskan, Sail 2026 bukan sekedar event tahunan, tetapi merupakan strategi besar pembangunan ekonomi daerah berbasis pariwisata maritim.

“Kita tidak boleh melihat Sail To Indonesia hanya sebagai kegiatan seremoni. Ini adalah pintu masuk dunia untuk melihat Sulawesi Tenggara. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk membangun sistem pelayanan yacht internasional secara serius,” jelas Kadispar Sultra sat pimpin rapat.

Sultra Targetkan Naik Kelas Jadi Hub Yacht Internasional

Baca Juga:  Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A 2025, Polda Sultra Tanda Tangani Pakta Intergritas Dan Pengambilan Sumpah

Dalam arahannya, Kadispar menekankan bahwa Sultra memiliki peluang besar karena kekuatan geografis sebagai Provinsi kepulauan serta potensi Wisata Bahari kelas Dunia.

“Sulawesi Tenggara punya semua modal. Alam kita kuat, budaya kita kuat, posisi laut kita strategis. Tinggal bagaimana kita menyiapkan pelayanan yang berstandar internasional,” ujarnya.

Program pengembangan difokuskan pada:
Penguatan marina wisata.
Pengembangan fasilitas perbaikan kapal (boat yard).
Penguatan ekosistem industri maritim wisata.
Integrasi wisata bahari, budaya, dan hospitality.
Lima Daerah Jadi Garda Depan Sail 2026.
Lima wilayah disiapkan menjadi simpul utama Sail to Indonesia 2026, yakni:

Buton Utara, Wakatobi, Buton Selatan, Muna Barat dan Kolaka

Menurut Kadispar Ridwan Badallah, lima daerah ini menjadi representasi kekuatan Wisata Bahari Sultra.

“Kita ingin tamu internasional merasakan pengalaman lengkap. Bukan hanya laut, tapi juga budaya, kuliner, dan keramahan masyarakat Sultra,” katanya.

Baca Juga:  Jelang Hari Pencoblosan, ASR-Hugua Ajak Masyarakat Sultra Tetap Jaga Kerukunan

Kadispar Ingatkan Tantangan Nyata: Infrastruktur dan SDM.
Dalam rapat, Kadispar juga menyoroti sejumlah tantangan utama yang harus segera dibenahi.

“Yang paling penting sekarang adalah kejujuran melihat kelemahan kita. Infrastruktur darat, layanan wisata, SDM bahasa asing, semuanya harus kita siapkan. Kalau tamu datang, kita harus sudah siap,” tegasnya.

Beberapa fokus pembenahan meliputi: Transportasi dan akses destinasi.
Layanan kesehatan dan fasilitas publik.
Ketersediaan air bersih dan BBM.
SDM pelayanan wisata berstandar internasional.
Sail 2026 Diproyeksikan Jadi Motor Ekonomi Baru

Kadispar menegaskan Sail 2026 akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir dan daerah wisata.

“Kalau event ini sukses, bukan hanya pariwisata yang bergerak. UMKM, kuliner, kerajinan, transportasi lokal, semua akan hidup. Ini efek berantai ekonomi,” harapnya.

Selain itu, wisatawan yacht internasional dinilai sebagai promotor langsung destinasi melalui jaringan global mereka.

Konsep Event: Experience Tourism dan Promosi Global.
Kadispar menegaskan event harus dirancang menarik secara pengalaman dan visual.

Baca Juga:  Kapolres Konawe Utara Pimpin Latihan Pra Operasi Sikat 2025 Dalam Rangka Cipkon Sitkamtibmas 

“Buat event yang berkesan. Yang mereka lihat, mereka foto, mereka upload. Itu promosi terbaik kita ke dunia,” katanya.

Event akan diisi dengan:
Penyambutan budaya,
Wisata desa dan alam,
Atraksi seni budaya,
Gala dinner budaya lokal.

Pesan Tegas Kadis: Kerja Bersama sebagai Kunci.
Sebagai penutup Kadispar tekankan pentingnya kerja kolektif lintas daerah.

“Ini bukan kerja satu dinas atau satu kabupaten. Ini kerja bersama Sulawesi Tenggara. Kalau kita kompak, Sail to 2026 bisa jadi sejarah besar Pariwisata daerah,” tegasnya.

Momentum Penentu Pariwisata Sultra:
Pemerintah berharap Sail to Indonesia 2026 menjadi titik loncatan menjadikan Sultra sebagai pusat pelayanan yacht internasional Indonesia.

Jika target tercapai, Sultra berpotensi masuk jalur utama pelayaran wisata dunia sekaligus membuka peluang investasi maritim jangka panjang.

(Redaksi Globalsultra)

.

Komentar