Pengurus Besar Beladiri Shiroite Karatedo Indonesia Provinsi Sulawesi Tengara Resmi Dikukuhkan

News45 views

Global Sultra com. Kendari, – Karate-Do salah satu olahraga bela diri di Sulawesi Tenggara kembali dikukuhkan dalam masa bakti 2026 – 2030. Pengurus Provinsi Shiroite Karate-Do Indonesia Sulawesi Tenggara resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030 dalam sebuah acara yang digelar di lantai dua gedung kantor pariwisata Sulawesi Tenggara, Sabtu (23/5/2026)

Acara tersebut dihadiri PB Pengurus Besar Shiroite Indonesia
M.Yunus di ikuti sejumlah pengurus Shiorite di Sultra dengan penuh hikmah dalam nuansa kekeluargaan.

Dalam sambutannya terkait dengan pembentukan perguruan Shiorite ini tentu harapan kita bersama sulawesi tenggara secara umum pasti bisa mengeluarkan atlet-atlet yang terbaik di sulawesi tenggara agar dapat mengharumkan sulawesi tenggara di kanca nasional.

Walaupun memang pembentukan ini sebagai kekuatan besar, tetapi juga ada tantangan tantangan yang harus dihadapi dan itu saya yakin dan percaya di kepengurusan yang baru ini dibawah kepemimpinan Dr. Ridwan Badallah pasti membawanya perubahan baru dan kecerahan yang terbaik untuk Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  Kemenparekraf Sosialisasikan Logo Peringatan HUT ke - 79 RI

“Pengukuhan ini bukan sekedar seremoni pergantian kepengurusan. Di balik agenda tersebut, tersimpan misi besar membangkitkan kembali marwah karateka Sultra yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai mulai kehilangan gaung prestasi di level nasional,”lanjutnya.

Atmosfer organisasi tampak berbeda. Para pelatih, atlet, hingga senior perguruan hadir membawa harapan baru agar Shiroite Sultra kembali menjadi “dojo pembinaan” yang melahirkan karateka tangguh dari Bumi Anoa.

Lebih lanjut kata dia tongkat komando organisasi kini berada di tangan Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., M.M., yang dipercaya memimpin kepengurusan lima tahun ke depan. Dalam struktur pembinaan teknis, kepengurusan ini juga diperkuat figur senior karate, Soke Andrew H.D. Simanjuntak.

Baca Juga:  Wakil Gubernur Sultra Gelar Audiensi Bersama HILPI Bahas Optimalisasi Pangan Lokal Program Makanan Bergizi Gratis

Sementara dalam sambutan Ridwan Badallah menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin sekedar aktif secara administratif, tetapi fokus membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan kompetitif.

Menurutnya, organisasi olahraga modern tidak cukup hanya berjalan secara formalitas. Dibutuhkan manajemen organisasi yang sehat, konsolidasi internal yang kuat, serta pola kaderisasi atlet yang terukur agar prestasi dapat lahir secara konsisten.

“Shiroite Sultra harus kembali menjadi wadah lahirnya atlet-atlet karate yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia menyebut, agenda besar kepengurusan ke depan akan diarahkan pada penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas latihan, pelaksanaan ujian kenaikan tingkat secara berkala, hingga pengembangan kompetisi internal sebagai ruang evaluasi kemampuan atlet.

Baca Juga:  Kapolda Sultra Serahkan 200 Paket Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Langgikima

Tidak hanya itu, Shiroite Sultra juga mulai menyiapkan langkah lebih progresif dengan memperluas jejaring kompetisi dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak demi memperkuat ekosisten olahraga karate di Sulawesi Tenggara.

Secara organisatoris, pengukuhan ini juga menjadi momentum konsolidasi untuk mempertegas legalitas dan legitimasi kepengurusan dalam menjalankan roda pembinaan olahraga karate di daerah.

Dalam perspektif olahraga modern, keberhasilan organisasi bela diri tidak hanya diukur dari banyaknya event yang digelar, tetapi dari kemampuan menciptakan regenerasi atlet, menjaga disiplin organisasi, dan membangun kultur prestasi yang berkesinambungan.

Karena itu, kata Ridwan kepengurusan baru Shiroite Sultra diharapkan mampu menghadirkan energi baru sekaligus mengembalikan kejayaan karate Sulawesi Tenggara yang dahulu dikenal cukup diperhitungkan di berbagai kejuaraan.

( Bahrun)

.

Komentar