Pembekuan JMSI Kendari Tuai Sorotan Internal, Sejumlah Pengurus Sultra Mengaku Tak Dilibatkan

News426 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI, – Keputusan pembekuan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Kendari mulai memunculkan reaksi dari internal organisasi. Sejumlah pengurus dan anggota JMSI Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku terkejut lantaran keputusan tersebut disebut tidak dibahas secara menyeluruh bersama seluruh unsur pengurus.

Salah satu anggota JMSI Sultra yang enggan disebutkan namanya mengaku baru mengetahui adanya pembekuan tersebut setelah informasi beredar di kalangan internal organisasi.

Baca Juga:  Kodim 1417/Kendari Menggelar Acara Coffe Morning Bersama Insan Pers

“Astagfirullah, kenapa bisa JMSI Kendari dibekukan? Awal mulanya kenapakah,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia menilai, keputusan pembekuan seharusnya ditempuh melalui mekanisme organisasi yang lebih terbuka dan melibatkan seluruh pengurus agar tidak memunculkan polemik berkepanjangan di internal JMSI Sultra.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan administratif maupun kekurangan dalam kepengurusan JMSI Kendari, sebaiknya dilakukan pembinaan dan evaluasi terlebih dahulu sebelum mengambil langkah pembekuan.

“Harusnya sebelum ada pembekuan, dibicarakan dan didudukkan baik-baik secara internal. Ditanyakan apa kekurangannya dan apa yang harus diperbaiki,” katanya.

Baca Juga:  Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Imbau Warga Tetap Tenang Pasca Gempa M6,2 di Laut Banda

Ia juga menuding, langkah pembekuan tersebut diduga menjadi bagian dari upaya mengganti Ketua JMSI Kota Kendari yang disebut telah direncanakan sejak lama. Meski demikian, ia tidak menjelaskan lebih jauh siapa pihak yang dimaksud dalam dugaan tersebut.

“Ini yang membuat kami bingung. Kenapa keputusan sebesar itu tidak melibatkan semua pengurus untuk membahasnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Peserta Seleksi Sekolah Bintara Polisi (SBP) Polda Sultra Jalani Tes Kesamaptaan Jasmani

Berdasarkan pantauan media ini, keluhan serupa juga datang dari beberapa anggota JMSI Sultra lainnya. Mereka mempertanyakan mekanisme pembekuan yang dinilai dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi internal yang memadai.

Sejumlah pengurus berharap polemik tersebut dapat segera diselesaikan melalui dialog terbuka agar tidak semakin memperkeruh situasi organisasi yang selama ini menaungi perusahaan media siber di Sulawesi Tenggara.( Redaksi )

.

Komentar