Polda Sultra Siagakan Posko Kesehatan dan Posko Bencana Brimob, Berkolaborasi dengan Dinsos dan Badan Gizi Nasional

News1,016 views

GLOBAL SULTRA.COM.KENDARI,– Polda Sulawesi Tenggara menyiagakan posko kesehatan dan posko bencana Brimob untuk membantu penanganan warga terdampak banjir di wilayah Kota Kendari.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian bersama instansi terkait dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir tetap terpenuhi, mulai dari layanan kesehatan, distribusi makanan, hingga penyediaan air bersih.

Wakapolda Sultra Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum mengatakan pihaknya telah membangun posko terpadu yang melibatkan personel kepolisian dan stakeholder terkait di lokasi terdampak banjir.

Baca Juga:  DIRGAHAYU PROVINSI SULAWESI TENGGARA KE 62

“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” ujarnya saat memantau langsung dari lokasi banjir di Kawasan Kali Wanggu, Senin 11/5/2026.

Selain layanan kesehatan, Polda Sultra juga berkolaborasi dengan Dinas Sosial dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendistribusikan bantuan makanan kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Sukses Gelar Rapimprov, Ketua LIN Sultra Apresiasi Kinerja Ketua Kadin Sultra Anton Timbang

“Dari suplai makanan, kami bekerja sama dengan Dinsos dan BGN untuk memberikan distribusi makanan yang cukup dan bergizi,” tambahnya.

Tidak hanya itu, personel Brimob turut menyiapkan mobil water treatment guna menyediakan air bersih layak konsumsi bagi masyarakat di kawasan terdampak banjir dan sudah didistribusikan kepada masyarakat.

Sementara itu, salah satu kendala yang masih dihadapi warga yakni padamnya aliran listrik di sejumlah lokasi terdampak banjir. Untuk membantu masyarakat, Polda Sultra juga berencana menyalurkan lampu darurat sebagai sarana penerangan sementara.

Baca Juga:  OPD Harus Mampu Melahirkan Ide dan Solusi, Efisiensi Anggaran di Pemkab Buton Utara Bukan Alasan Untuk Tidak Berfikir Kreatif

“Kendala saat ini adalah penerangan karena listrik padam. Kami akan mengirimkan lampu emergency untuk masyarakat,” tutup Brigjen Gidion.( Redaksi )

.

Komentar