mendagri Pimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI dan Tinjau Gerakan Pangan Murah di Kendari

News33 views

Global Sultra com. KENDARI, – Pemerintah pusat mendorong penanganan sampah terpadu dan penguatan budaya gotong royong untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) yang dipimpin langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, di kawasan Anjungan Teluk Kendari, yang juga dirangkaikan dengan wisata pungut sampah di lokasi kegiatan, Jumat 29/5/2026).

Dalam arahannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penanganan sampah terpadu dan membangun budaya hidup bersih di seluruh daerah.

“Fokus utama gerakan ini adalah pengelolaan sampah nasional dan membangun budaya gotong royong masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya saat memimpin apel dan wisata pungut sampah.

Ia mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI bertujuan mendorong pengelolaan sampah secara terpadu, memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengembangkan tata ruang terbuka yang sehat dan nyaman, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Baca Juga:  Henry Yosodiningrat Bantah Informasi Kapolri Beri Arahan ke Dirbinmas Polda Jajaran Tidak Benar

Persoalan sampah saat ini, lanjutnya, tidak lagi dapat dipandang sebagai masalah biasa karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, kenyamanan lingkungan, hingga kualitas kawasan perkotaan.

Berdasarkan data nasional tahun 2025, masih terdapat sekitar 109 ribu ton sampah per hari yang belum terkelola secara optimal. Karena itu, pemerintah pusat mendorong keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, hingga masyarakat, sebagai kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah secara terpadu dan berkelanjutan.

“Bapak Menteri Dalam Negeri selalu menekankan bahwa saat ini kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk masalah kebersihan,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah pusat di Kota Kendari menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional yang puncaknya akan dilaksanakan pada malam hari melalui agenda Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga dan membersihkan Teluk Kendari sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan indah.

Baca Juga:  Idul Adha 1446 H, Polda Sultra Kurban 378 Ekor Sapi untuk Masyarakat

Selain agenda Gerakan Indonesia ASRI, kunjungan Wamendagri di Kota Kendari juga dirangkaikan dengan peninjauan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di pelataran Kantor Balai Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Wamendagri menyoroti tantangan ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik global, perubahan iklim, serta cuaca ekstrem yang memengaruhi produktivitas pangan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi makro nasional masih terjaga, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2026 sebesar 5,61 persen.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah sekitar 200 kali sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, stok cadangan beras pemerintah yang mencapai sekitar 5 juta ton menjadi salah satu penopang stabilitas pangan nasional.

“Ketahanan pangan ini menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi stabilitas ekonomi makro kita. Namun hal itu tidak akan berarti jika masyarakat sulit mengakses kebutuhan pangan. Karena itu, pasar murah menjadi solusi untuk mendekatkan masyarakat dengan pangan murah dan terjangkau,” ujarnya.

Baca Juga:  Perintis Polda Sultra Bubarkan Aksi Balap Liar Yang Meresahkan Masyarakat, Selama Ibadah Ramadhan

Usai menyerahkan bantuan kepada korban banjir, Wamendagri bersama rombongan meninjau sejumlah tenant Gerakan Pangan Murah yang terdiri dari stand UMKM dan stand sembako di pelataran Kantor Wali Kota Kendari

Dalam peninjauan tersebut, Wamendagri didampingi Wakil gubernur Sultra, melihat langsung berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram, minyak goreng, dan telur.

Dalam keterangannya kepada awak media, Wakil Gubernur Sultra, Hugua mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan program Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, dan saat ini ketersediaan pangan di daerah dinilai masih aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI pada intinya mengajak masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah dari rumah sebagai tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih.

(,Redaksi Globalsultra)

.

Komentar